Pandu Maba STKIP Tamsis Digelar, Peserta Diajak Berprinsip Man Jadda Wajada

Iklan Semua Halaman

.

Pandu Maba STKIP Tamsis Digelar, Peserta Diajak Berprinsip Man Jadda Wajada

Jumat, 27 September 2019
Foto Bersama Civitas Akamdika, Panitiia dan Sebagian Peserta Pandu Maba Tahun 2019, STKIP Taman Siswa Bima di Auditorium Sudirman, Jumat (27/9/2019).

Bima, Berita11.com— Kegiatan orientasi pengenalan kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima tahun 2019 berbeda dari tahun sebelumnya. Perubahan mendasar paling tidak mulai dari istilah Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKBMB) menjadi istilah Pandu Maba.

Sesuai jadwal, Pandu Maba STKIP Taman Siswa Bima akan berlangsung selama tiga hari. Penggantian istilah bertujuan agar lebih menggambarkan visi kegiatan orientasi. Pembukaan Pandu Maba dimulai di Auditorium Sudirman kampus setempat, Jumat (27/9/2019).

Saat membuka kegiatan Pandu Maba, Ketua STKIP Tamsis Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, mengajak mahasiswa baru (Maba) untuk berprinsip Man Jadda Wajada.

“STKIP Tamsis Bima itu berbeda, kami mengawali dengan bimbingan iman dan taqwa. Kami satu-satu perguruan tinggi di NTB memenangkan hibah general education. Tentu kita harus pertahankan dan tingkatkan,” katanya bangga, seraya menekankan bahwa pendidikan karakter dimulai dari pengetahuan berkaitan karakteristik dengan pondasi keislamam.

“Dosen kami di sini selalu diberi panduan dengan iklim zikir dan kami sesuaikan dengan hasil seleksi lima persen qori, lima persen hafidz yang hafal minimal tiga juz, lima  persen juara di sekolah sejak SD sampai SMA. Sisanya adalah mereka yang memiliki prinsip man jadda wa jada,” ujar Ibnu.

Disebutkannya,  jumlah Maba kampus setempat yang terdata mencapai 550 lebih peserta.
Mengutip Alm. B.J. Habibie, pria yang mulai hobi memakai topi coboy itu bertekad mengajar membangun moral menjadi lebih baik. Ditekankannya, mahasiswa kampus merah harus mampu menjadi generasi yang beradab.

"Ke depannya, kami juga akan terus mengembangkan cara berpikir wirausaha. Di era millenial, kita juga harus belajar memanfaatkan IT. Lulusan kita, berhasil membuat aplikasi ojek online, bank berkas, presensi berbasis digital dan lainnya. Mahasiswa harus mampu menjadi agen yang membawa perubahan bagi sosial,” harapnya.

Ketua kampus merah, (sebutan kampus STKIP Taman Siswa Bima) itu, juga menjelaskan  tentang program Pandu Maba.

“Nanti akan diarahkan oleh panitia, di mana kampus kita, di mana lab, di mana ruang kelas dan bagian kehidupan kampus lainnya,” tutupnya. [RD]