Pembacokan Tragis Menewaskan Kakek 66 Tahun di Dompu, Motifnya Hanya soal Cemburu

Iklan Semua Halaman

.

Pembacokan Tragis Menewaskan Kakek 66 Tahun di Dompu, Motifnya Hanya soal Cemburu

Senin, 02 September 2019
Dari Kanan, Kasubbag Humas IPTU Sabri, SH yang Tengah Kasat Reskrim, AKP Reza Fahmi, SH,S.IK,MH dan ujung Kiri, Kanit Pidum IPDA Redho Rizki, S.Tr.K Polres Dompu, saat memberikan keterangan pers. Foto RIS


Dompu, Berita11.com - Kasus pembacokan tragis yang diduga kuat dilakukan seorang pria, Sopian 27 tahun, warga Dusun  Palikarawe Desa Mbawi Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu NTB sehingga menewaskan seorang kakek Kalamudin 66 tahun, warga Dusun Owo Desa yang sama motifnya ternyata hanya soal cemburu.

Hal itu dibeberkan Kasat Reskrim Polres Dompu AKP Reza Fahmi, SH, S.IK, MH saat menggelar konferensi pers di aula Mapolres setempat yang didampingi Kasubbag Humas IPTU Sabri, SH dan Kanit Pidum IPDA Redho Rizki, S.Tr.K, Senin (2/9/2019) siang.

Fahmi mengungkapkan, beradasarkan hasil pemeriksaan terhadap pelaku bahwa peristiwa tragis itu terjadi berawal dari terduga pelaku memiliki rasa cemburu dan menuduh korban telah menjalin hubungan gelap dengan istrinya.

“Tersangka cemburu, dan menganggap bahwa istrinya sudah berselingkuh dengan korban,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, terduga pelaku diganjar pasal sangka yakni pasal 351 dan 338 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Menurut Fahmi, pasal yang sangkakan itu berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dan tidak menutup kemungkinan jika ditemukan tambahan bukti-bukti lain dalam peristiwa itu.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan saat ini, kita kenakan pasal sangka yaitu Pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun,” terangnya.

Untuk menghindari timbulnya konflik antara warga atau muncul persoalan lain, Pada kesempatan ini, Fahmi berharap kepada pihak keluarga korban untuk menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut pada pihak Kepolisian sebagai aparat penegak hukum.

”Saya meminta kepada keluarga korban bahwa masalah ini serahkan ke kami atau pihak kepolisian, apalagi kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan penanganan terhadap kasus ini,” harapnya. [RIS]