Sekolah Model dan Sekolah Imbas Gelar Rakor SPMI

Iklan Semua Halaman

.

Sekolah Model dan Sekolah Imbas Gelar Rakor SPMI

Senin, 02 September 2019
Rakor Sekolah Model SPMI sedang berlangsung di ruangan PSB SD Negeri 2 Dompu. Foto RIS

Dompu, Berita11.com - Sekolah Dasar Negeri 2 Dompu sebagai induk sekolah model, menggelar rapat koordinasi (Rakor) Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dengan lima sekolah yang dinyatakan sebagai sekolah imbas, Senin (2/9/2019) pagi. Lima sekolah imbas yang dimaksud antara lain, SDN 7, SDN 13 dan SDN 15 Kecamatan Dompu. Sedangkan dua diantaranya dari Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB yakni SDN 2 dan SDN 19.

Rakor SPMI telah berlangsung di ruangan Pusat Sumber Belajar SD Negeri 2 Dompu yang dihadiri masing-masing Kepala Sekolah imbas. Narasumber dari Fasilitator Daerah (Fasda) H. Ahmad Tarmizi, S.Pd, kemudian pengawas pembina Sekolah Dasar H. Abubakar, S.Pd dan ketua komite Abdul Rahman, S.Sos beserta sejumlah dewan guru SD Negeri 2 Dompu.

Adapun tujuan dari pada Rakor SPMI itu adalah mensosialisasikan penerapan penjaminan mutu pendidikan dengan mengembangkan sekolah model dan pola pengimbasan, kemudian mengkoordinasikan dukungan pemerintah daerah dalam penerapan penjaminan mutu pendidikan.

Selain itu, mensosialisasikan hasil reviu dan evaluasi kegiatan sistem penjaminan mutu internal untuk sekolah model dan menetapkan satuan pendidikan sasaran kegiatan sekolah model dan sekolah imbas.

Kepala SD Negeri 2 Dompu Nurdin, S.Pd dalam sambutannya menjelaskan, sekolah model bukan dilihat dari penampilan atau sekolah favorit tetapi sekolah model itu adalah bagaimana cara kita bisa memajukan atau meningkatkan mutu pendidikan di sekolah itu sendiri.

“Kalau secara keseluruhan, Kabupaten Dompu berada di urutan paling bawah khususnya mutu pendidikannya, untuk itu, bagaimana kita bisa meningkat lagi dari mutu yang rendah bisa naik selangkah atau dua langkah lagi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat ini Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) mengeluarkan program pokasi dengan bertujuan semua dewan guru harus bisa meningkatkan diri dalam memajukan mutu pendidikan.

“Sebentar lagi, Bupati Dompu dan Dinas Dikpora mengadakan program Pokasi khusus guru, karena itu diharapkan kepada semua dewan guru untuk berupaya meningkatkan diri, dan tiap-tiap sekolah akan mengirim satu orang kepala sekolah dan dua orang guru,” bebernya.

Sementara ketua komite Abdul Rahman yang juga menjabat sebagai Camat Dompu dalam sambutannya mengatakan, kemajuan atau peningkatan mutu pendidikan sekolah harus ikut peran serta berbagai pihak terutama pimpinan sekolah. Jika itu dilakukan secara bersama-sama tentu dunia pendidikan maupun sekolah pasti akan maju.

“Berbicara mutu, berarti apa yang menjadi kebutuhan di sekolah itu kita harus bekerja sama, mulai dari kepala sekolahnya, guru-gurunya, komitenya kemudian wali muridnya semuanya harus terlibat. jika kita sejalan apa yang menjadi kebutuhan ini pasti mendapatkan mutu," imbuhnya.

"Begitu juga dalam hal mutu pendidikan, kalau kita memiliki ide, inovasi dan kreatifitas kemudian kita bekerja sama pasti berjalan sukses apa yang kita harapkan,” sambungnya.

Sebelum akhiri sambutannya, Abdul Rahman berharap terhadap sejumlah peserta rapat, apabila mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat atau provinsi bisa melakukan sosialisasi ke semua guru maupun wali murid supaya tidak muncul persoalan pada saat pelaksanaan sedang berjalan.

Usai Rakor SPMI sekolah model, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama bahwa SDN 2 Dompu sebagai induk sekolah model dan lima sekolah imbas telah menjadi tim penjamin mutu pendidikan.

Komitmen bersama yang ditandatangani itu bahwa tim sepakat akan melaksanakan sistem penjaminan mutu pendidikan dasar sesuai dengan Permen Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 28 Tahun 2016.

Kemudian, melaksanakan siklus SPMI di SDN 2 Dompu. Dan terakhir, mewujudkan satuan pendidikan yang berbudaya mutu sehingga mmenuhi atau melampaui standar nasional pendidikan. [RIS]