Siswa PMR Ditonjok Penyusup, Pembina dan Kepsek Kok Malah Diam?

Iklan Semua Halaman

.

Siswa PMR Ditonjok Penyusup, Pembina dan Kepsek Kok Malah Diam?

Rabu, 18 September 2019
Saat kegiatan perkemahan berlangsung. Foto ist
Dompu, Berita11.com - Seorang siswa SMAN 2 Woja, Kelas 2 1A yang juga tergabung dalam anggota pramuka binaan dari Jumbara Palang Merah Remaja (PMR), Dimas Satria Pratama diduga ditonjok hingga tak berkutik oleh salah satu pemuda tak dikenal, diduga dari kelompok penyusup saat mengikuti perkemahan tingkat kabupaten yang berlangsung di Desa Konte Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu NTB beberapa hari lalu.

Namun peristiwa yang dialami Dimas ini, pihak Kepala Sekolah (Kepsek) maupun Pembina Jumbara PMR beserta panitia penyelenggara malah diam, soelah tidak peduli terhadap persoalan yang terjadi dialami siswa.

Menurut Dimas, saat itu dirinya sedang makan sore disamping tenda perkemahannya, tiba-tiba datang sekelompok penyusup dan menanyakan keberadaan group Beizing sambil menyorot muka Dimas menggunakan senter kemudian salah satu diantara mereka langsung memukul dirinya.

“Mereka tanya kelompok Beizing saya menjawab tidak tahu, mereka langsung pukul saya dan seketika itu mereka langsung kabur,” cerita Dimas.

Tak lama kemudian, lanjut Dimas, teman-temannya yang melihat kejadian itu langsung melaporkan hal itu ke pihak pembina PMR SMAN 2 Woja namun pihak pembina dan guru mereka seolah tidak mau merespon atau bertindak atas peristiwa itu.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu guru pembina Ma’ani, S.Pd saat ditemui di rumahnya kemarin Selasa (17/9/) sore usai pulang dari perkemahan. Kata dia, masalah tersebut pihaknya sudah melaporkan ke panitia Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Dompu.

"Iya..saya tau masalah ini, saya dilaporkan oleh teman-teman dimas, dan saat itu juga kita laporka ke Panitiannya (PMI)" ungkap Ma'ani dengan singkat.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Woja, Khairil Alimin S.Pd saat menyambangi siswanya yang baru balik dari kegiatan perkemahan, menjawab pertanyaan wartawan tentang bentuk pertanggungjawabannya, pihaknya belum bisa memberikan komentar banyak atas peristiwa itu.

“Nanti saya tanya dulu pembinanya,” ujar Khairil.

Akibat kajadian itu, orang tua Dimas sangat menyesalkan atas tindakan panitia dan pembina pramuka serta pihak sekolah yang dinilai tidak punya kepedulian atas peserta didik mereka.

Menurutnya, harusnya pihak guru maupun panitia mempunyai tanggung jawab yang penuh atas peserta didik, apalagi ada kegiatan semacam itu tentu pihak guru, pembina beserta panitia harusnya mengetahui setiap munculnya persoalan yang terjadi.

“Dalam hal ini, saya merasa kecewa terhap bentuk pertanggungjaban pihak pembina maupun panitia Jumbara PMR, anak saya dipukul, namun pihak pembina dan panitia hanya diam diri tanpa melakukan tindakan apapun,” tuding orang tua Dimas dengan nada sedikit kesal.

Atas peristiwa itu, orang tua Dimas isyaratkan bakal layangkan laporan ke pihak kepolisian pada Kamis (19/9/19) besok

“Besok rencananya saya akan melaporkan atas kelalaian dan tidak ada bentuk tanggung jawab dari pihak sekolah maupun panitia,” isyaratnya. [RIS]