Sumbar dan Sulteng Studi Banding di TPID NTB, Achris: Peranan Satgas Pangan Sangat Penting

Iklan Semua Halaman

.

Sumbar dan Sulteng Studi Banding di TPID NTB, Achris: Peranan Satgas Pangan Sangat Penting

Rabu, 18 September 2019
Keberhasilan TPID NTB Menjadi TPID Terbaik dan Sejumlah TPID Kabupaten dan Kota di Bumi Gora Menarik Perhatian Dua Provinsi di Indonesia, 36 Kabupaten dan Kota Termasuk di antaranya Kepala Daerah untuk Melaksanakan Studi Banding Bertajuk Capacity Building di TPID Provinsi NTB, Rabu (18/9/2019).

Mataram, Berita11.com— Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Barat dikunjungi TPID dua provinsi sekaligus, yaitu TPID se-Provinsi Sumatera Barat dan TPID se-Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (18/9/2019).

Dalam pemaparannya saat menerima TPID dua provinsi tersebut, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB yang juga Wakil Ketua TPID NTB, Achris Sarwani mengatakan peranan Satgas Pangan sangat penting dan efektif dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat.

Achris Sarwani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada TPID Sumatera Barat dan TPID Sulawesi Tenggara atas kepercayaannya untuk mengadakan studi banding di Provinsi NTB. Pelaksanaan studi banding di Provinsi NTB secara tidak langsung menunjukkan bahwa prestasi TPID NTB telah diakui oleh daerah lain.

Dalam kesempatan yang sama, Achris juga menjelaskan bahwa poin penting yang menjadi faktor keberhasilan TPID di Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah kerjasama dan sinergi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan seperti OPD, Satgas Pangan, pihak swasta, tokoh masyarakat, serta dukungan aktif dari kepala daerah selaku ketua TPID dalam memberikan arahan.

Bertindak selaku narasumber dalam capacity building adalah Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTB,  H Wirajaya Kusuma, Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten NTB, dan Kasubdit Industri Perdagangan dan Investasi Polda NTB, AKBP Ferry Jaya.

Beberapa poin penting yang dikemukakan dalam diskusi adalah pentingnya koordinasi dan sinergi antarlembaga dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengendalikan stabilitas harga.

Sangat penting bagi pemerintah untuk mengelola dan menjaga ekspektasi masyarakat terkait ketersediaan pasokan bahan pokok, melalui komunikasi yang efektif sehingga dapat menghindarkan panic buying yang menyevabkan kenaikan harga. Untuk mengantisipasi adanya kenaikan harga, juga perlu dipertimbangkan sistem peringatan dini terhadap inflasi.

“Peranan Satgas Pangan sangat penting dan efektif dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat,” kata Achris.

Dalam acara kunjungan yang bertajuk Capacity Building TPID Sumatera Barat dan TPID Sulawesi Tenggara ke TPID Provinsi Nusa Tenggara Barat, baik TPID Sumatera Barat maupun TPID Sulawesi menyampaikan bahwa provinsi NTB dipilih sebagai lokasi studi banding karena mempertimbangkan prestasi provinsi NTB tahun 2019 ini yang berhasil memperoleh tiga penghargaan sekaligus yaitu TPID Provinsi NTB sebagai TPID Provinsi Terbaik, TPID Kota Mataram sebagai TPID Kota Terbaik, dan TPID Kabupaten Lombok Barat sebagai TPID Kabupaten berprestasi.

Selain itu, TPID Kabupaten Sumbawa juga mendapatkan penghargaan dari Kemenko Perekonomian sebagai salah satu nominator TPID Kabupaten berprestasi.

Melalui kegiatan studi banding ini, TPID Provinsi Sumbar dan Sultra mengharapkan untuk dapat mempelajari program-program yang dilaksanakan oleh TPID NTB, Kota Mataram dan kabupaten Lombok Barat yang dapat diaplikasikan di provinsi masing masing.

Hadir dalam kegiatan studi banding tersebut 80 orang di antaranya bupati, wakil bupati, Sekda provinsi, sejumlah sekda provinsi Sumbar dan Sulteng, Kepala Biro Ekonomi dan Kabag Ekonomi. [US]