Tahanan Kasus Narkotika ini Rajut Ikrar Suci, Prosesi Pernikahannya Mengharukan

Iklan Semua Halaman

.

Tahanan Kasus Narkotika ini Rajut Ikrar Suci, Prosesi Pernikahannya Mengharukan

Senin, 02 September 2019
Prosesi Pernikahan Sarjan dan Kekasihnya, Tahanan Polres Bima Berkaitan Kasus Narkoba. Dokumen Humas Polres Bima.


Bima, Berita11.com— Status hukumnya sebagai tahanan Polres Bima atas kasus narkotika tak membuat Sarjan, luruh menyulam tali baja hatinya untuk sang kekasih. Disaksikan kerabat dan sejumlah aparat, ia melafalkan ikrar suci terhadap kekasihnya Rusmalia, dalam prosesi akad nikah yang digelar di Masjid At Taubah Polres Bima, Senin (2/9/2019).

Sarjan merupakan tahanan Polres Bima asal Desa Risa Kecamatan Woha berkaitan kasus sabu-sabu, sedangkan kekasihnya Rusmalia berasal dari Desa Wawonduru Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu. Statusnya sebagai tahanan tak membuat sang kekasih berhenti melanjutkan niat pada tingkat lebih serius.

Akad nikah dihadiri Haerudin orang tua kadung sang kekasih dan Kepala Kantor KUA Kecamatan Woha, Muhammad Nasir. Prosesi akad nikah juga disaksikan H Musali,  mempelai dari Sarjan, Syarifudin saksi dari mempelai wanita serta sejumlah keluarga kedua mempelai.

Usai akad nikah, orang tua kedua mempelai menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Bima yang telah memberikan izin serta tempat berlangsungnya acara akad nikah tersebut.

Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo S.I.K melalui Kasubbag Humas Polres Bima IPTU Hanafi menjelaskan mempelai pria  Sarjan  ditahan di Rutan Polres Bima sejak 10 Agustus 2019 setelah ditangkap 9 Agustus 2019 terkait  kasus kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu  di Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.

“Sebelum berlangsung pelaksanaan akad nikah dari keluarga mempelai telah mengajukan surat permohonan, sehingga kami tentukan waktu dan tersebut di atas serta selama proses acara akad nikah  terhadap mempelai pria sdra Sarjan tetap dalam pengawasan dan pengawalan personel Satuan Resnarkoba dan setelah acara selesai kemudian sdra. Sarjan dimasukan kembali dalam ruang tahanan pukul 14.30 Wita,” jelas IPTU Hanafi. [MR]