Taman Siswa Bakal jadi Universitas Pertama di Bima

Iklan Semua Halaman

.

Taman Siswa Bakal jadi Universitas Pertama di Bima

Minggu, 22 September 2019
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si Foto Bersama Para Wisudawan Terbaik Angkatan XIII STKIP Taman Siswa Bima. Foto US Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKP) Taman Siswa Bima segera berubah bentuk menjadi universitas. Saat ini kampus setempat sedang tahap akhir persiapan menjadi universitas dan menyiapkan pendidikan jenjang (strata) 2.

Hal tersebut diakui Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si, usai prosesi wisuda angkatan XIII Tahun 2019 kampus setempat, Sabtu, 21 September 2019 lalu.

“Target ke universitas, kami sudah bertemu dengan kelembagaan, tanggal 14 April 2019, didatangangi tim dari kelembagaan (LL DIKTI) untuk kami konsultasikan syarat-syarat kesiapan mengajukan (menjadi universitas). Sampai dengan bulan Juli kemarin kami juga sudah dengan reviewer dari kelembagaan, berdiskusi. Kami juga sampaikan kepada kepala LL DIKTI. Ini juga timnya sudah 90 persen SDM yang kami rapatkan,” ujar Dr Ibnu Khaldun M.Si.

Disebutkannya, sejumlah program studi (Prodi) baru yang disiapkan yaitu S1 Teknologi Pangan, Agribisnis dan S1 Ilmu Komputer. Menghadapi persiapan perubahan bentuk menjadi universitas, pihaknya mendapatkan banyak calon tenaga dosen. Termasuk alumnus dari perguruan tinggi luar negeri seperti Belanda. 

“Alhamdulillah ijazah ijazah itu masih kosong tanpa NIP, tanpa NIDN dan kami sudah dapatkan. Bahkan yang baru pulang dari luar negeri juga, baru pulang dari Belanda, sangat antusias mengajukan lamaran ke sini. Kami sudah pegang ijazah ijazahnya,” ujarnya.

“Untuk gambaran awalnya kami sudah komitmen seleksi terbuka pakai psikotes, wawancara dan seleksi administrasi. Semua pimpinan, bahkan dosen juga sudah kami lakukan psikotest juga. Jadi, salah satu capai-capaian yang kami komit menuju good university governance, kami sudah diasuh ada 20 auditor ada 45 dosen, akreditasinya 60 persen sudah B, kami tahun depan bisa ajukan reakreditasi institusi dan pengembangan lain juga misalnya laboratorium PGSD,” lanjutnya.

Pada tahun 2020 mendatang, pihaknya juga menargetkan pembukaan program pasca sarjana. “Karena tahun ini saja akan kembali dua dosen yang lulusan doktor. Minimal tiga doktor bisa membuka pasca sarjana,” ujar Ibnu.

Sebagai gambaran, bentuk awal Universitas Taman Siswa Bima tidak terdiri berbagai fakultas-fakultas. Karena persyaratan dari Kementerian Riset DIKTI tidak harus terdiri dari berbagai fakultas. Namun, wajib memiliki program studi eksak dan noneksak.

“Sudah ada 4 MoU, sebagai bukti profesor dari Filiphina menyampaikan ucapan selamat (video upacan selamat untuk wisudawan 2019). Jadi kami juga tahun 2018 sudah melaksanakan kunjungan ke Universitas Selangor Malaysia, tiga kampus kerjasamanya,” katanya.

Pada November, perwakilan kampus setempat akan mengikuti international conference, sementara pada Februari 2020 mendatang kampus STKIP Taman Siswa Bima juga akan mengirim dosen dan mahasiswa serta alumni untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 dan S3 pada sejumlah kampus internasional yang sudah akad kerjasama dengan kampus setempat.

“Bahkan kami ingin mendorong juga yang mau menulis skripsi bisa di sana satu bulan. Kesempatan kesempatan seperti itu akan kami jemput. Karena tadi mereka menyiapkan dan sudah terbuka kepada kampus kampus yang sudah MoU dengan kampus mereka,” kata Ibnu.

Diisyaratkan Ibnu, iklim zikir dan pikir akan terus dikembangkan kampus setempat melalui konsep besar kampus BERADAB.  

“Pelamar-pelamar itu juga ratusan, hampir tiap hari ada (dosen) pelamar. Ini menujukaan Tamsis terus berbenah, melakukan reformasi kelembagaan, melakukan penataan infrastruktur. Kami pindah ruang kerja, pindah ruang pembelajaran. Kami juga sudah memiliki indikator indikator iklim zikir dan pikir itu capaian terus meningkat. Misalnya iklim zikir, awal kepemimpinannya saya empat tahun rendah, yang punya kemampuan literasi baca Alquran, baca buku dan seterusnya, tapi terus kami genjot hingga kami dapat hibah education, sehingga setiap mahasiswa baru kami seleksi literasi, mengaji, literasi salat, dan kami temukan ada yang 10 juz, ada yang 3 juz, dan ada juga yang juara qori qoriah,” katanya.

Capaian lainnya,  kampus setempat juga meraih sejumlah hibah penelitian untuk dosen dan mahasiswa seperti dari Kementerian Ristek DIKTI. 

“Kami juga dapat bidik misi, dapat bidik misi aspirasi. Itu kan salah satu capaian kami capai memperbaiki iklim zikirnya. Kami terdepan, di Bima Dompu kami bisa klaim (terbanyak) hibah-hibah penelitian untuk BKM itu. Hibah-hibah penelitian untuk mahasiwa. Tidak hanya aspek keilmuan, Tamsis juga sudah dikenal prestasi olahraganya, Tamsis pemain bolanya bagus-bagus, Gubernur Cup juara, Brimob Cup juga ikut. Selalu menjadi juara. Ini artinya sinergi penguatan penguatan yang kami terus lakukan. Termasuk dosen yang kreatif,” katanya.

Sementara itu, perwakilan LL DIKTI Wilayah VIII mengapresiasi capaian-capaian yang diraih kampus STKIP Taman Siswa Bima dan mendukung perubahan bentuk dari sekolah tinggi menjadi universitas. Secara umum, persyaratan-persyaratan peningkatan status menjadi lebih mudah. Demikian juga kenaikan pangkat bagi pengajar bisa diajukan setiap bulan atau 12 dalam setahun. [RD]