Tangani Karhutla, Timgab Temukan Empat Pria Pemburu Madu

Iklan Semua Halaman

.

Tangani Karhutla, Timgab Temukan Empat Pria Pemburu Madu

Rabu, 25 September 2019
Keempat pria sang pemburu madu liar setelah diinterogasi tim gabungan. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Tim gabungan (Timgab) dari TNI/Polri dan sejumlah pegawai Balai Taman Nasional Tambora (TNT) beserta Muspika Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB usai memadamkan sejumlah titik api di kawasan hutan lindung tepatnya di bagian atas pintu ternak empat, PT SMS yang merupakan zona pemanfaatan TNT yakni wilayah doroncanga dan Desa Soritatangan.

Namun saat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada Senin (24/9/2019) siang itu. Timgab hendak menuju titik api lainnya malah temukan empat pria sang pemburu madu liar diantaranya Saiful, Harsono, Junaidin dan Usman. Keempat pria ini merupakan warga yang sama yakni Desa Kesi Kecamatan Kempo.

Kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.Ik,M.Ik melalui Kasubbag Humas IPTU Sabri, SH menerangkan, keempat pria tersebut dilakukan interogasi mereka mengakui telah memasuki kawasan hutan dengan tujuan mencari madu sejak pagi dengan mengelilingi kawasan berjalan kaki.

“Mereka memang pemburu madu dari pagi sekitar pukul 09.00 Wita hingga siang mereka baru satu menemukan sarang madu dan itu ditemukan di lokasi doro mbolo. Cara mereka mengambil sarang madu dengan naiki pohon tempat singgah dan bersarangnya madu kemudian diasapin supaya memudahkan pengambilan madu,” cerita Sabri pada Berita11.com.

Dari tangan mereka, petugas menyita sejumlah Barang bukti (BB) kemudian empat pria tersebut beserta BB digiring ke Pos TNT di Doroncanga guna dilakukan pembinaan karena tidak menutup kemungkinan penyebab Karhutla terjadi diduga dipicu pembuangan putung rokok dengan cara sembarangan atau penyebab lain.

“Anggota mengamankan sejumlah BB antara lain Satu Jirigen Modifikasi, Dua botol bimoli yang satunya berisi madu sekitar setengah liter, Satu botol aqua kosong, Tiga biji korek api, Dua unit sepeda motor pretelan tanpa Nomor Plat, Tiga tas ransel, Empat parang beserta sarungnya dan Satu botol adem sari yang berisi minyak tanah,” ungkap Sabri.

Dengan ditemukan warga yang masuk mencari madu dalam kawasan hutan lanjut Sabri, beberap anggota dari polres Dompu bersama beberapa orang petugas dari Balai TNT mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dimana tempat mereka mendapatkan satu sarang madu untuk membuktikan kebenarannya.

“Kasat Reskrim di dampingi petugas Balai Taman Nasional Tambora memeriksa TKP Pengambilan Madu di lokasi pengambilan madu dan tidak ada kebakaran yang terjadi di lokasi tersebut,” terang Sabri. [RIS]