Ustadz Farid: Semangat Hijrah Melalui Konsep Islam yang Rahmatan Lil Alamin

Iklan Semua Halaman

.

Ustadz Farid: Semangat Hijrah Melalui Konsep Islam yang Rahmatan Lil Alamin

Selasa, 03 September 2019
Ilustrasi.



Bima, Berita11.com— Amir Wilayah Bima Khilafatul Muslimin, Ustadz Farid Ma’ruf mengajak umat Islam agar memaknai momentum 1 Muharram dengan hal-hal positif. Salah satunya konsep Islam yang rahmatan lil-alamin (rahmat bagi semesta).

“Terkait generasi ini coba kita kembalikan citra generasi sebagaimana generasi awal pada saat para sahabat rasul. Kami dalam jemaah Khilafah tidak saja kumpul-kumpul pengajian, akan tetapi kita juga menciptakan lembaga pendidikan yang mana lembaga pendidikan itu kami usahakan lembaga pendidikan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah dan para sahabat kepada anak-anaknya,” ujarnya, Ahad (1/9/2019).

Menyikapi fenomena terkini seperti kebebasan informasi, permasalahan Narkoba serta berbagai masalah sosial sebagaimana degradasi moral menurutnya adalah masalah serius yang harus disikapi bersama. “Pendidikan ahlak terpenting selain memberikan hal-hal pendidikan umumnya Matematika dan bahasa Inggris, bahasa indonesia, dan siro (sejarah). Kami juga tanamkan pendidkan ahlak, itu yang terpenting,” ujarnya.

Upaya-upaya yang dilakukan pihaknya dengan  mengenalkan lokasi baru kepada anak-anak  dalam suasana baru,  jauh dari hiru pikuk HP dan aktivitas lainnya. “Kami fokuskan mereka belajar hanya Alquran saja. Kami kembalikan anak-anak itu bagaimana memiliki ahlaqul qorimah,” ujarnya.

Menyikapi permasalahan riba dan zina, dijelaskannya, sudah sangat jelas diharamkan dalam jemaah Khilafatul Muslimin dan muslim pada umumnya. Bahwa riba itu adalah sesuatu yang jelas haram.

Menurutnya, munculnya bencana atau rusaknya generasi bukan semata karena generasi itu, melainkan orang-orang yang membuat generasi itu rusak. Demikian halnya berkaitan penyebaran Narkoba. “Jadi, bencana itu karena kerusakan tangan manusia saja. Jangan semata-mata generasi itu rusak karena generasinya. Bukan karena itu melainkan, generasi ini rusak karena orang-orang yang membuat generasi itu rusak,” katanya.

Dijelaskannya, sistem yang rusak, karena buatan manusia, sehingga tidak mampu secara sempurna mengatur manusia. “Hanya saja kita di khilafatul berusaha yang mana sistem yang ada di negeri, tidak ingin mengubahnya, akan tetapi kami ingin menciptakan sistem tersendiri, jalan dengan sendiri tanpa menyentuh yang lainnya,” ujarnya.

“Hingga kami berikan pilihan khususnya pada umat Islam dan rakyat Indonesia mau cara hidupnya bagaimana. Jadi tanpa kami mengubahnya atau merebutnya. Kami berusaha memulai dari umat Islam dan menyebarkan rahmatan lil alamin, kami bangun melalui jalan dakwah bukan melalui jalan peperangan. Dengan jalan damai, tidak dengan kekeributan,” katanya. [NS]