VC Perlihatkan Kemaluan, Pencuri Laptop dan Smartphone Mahasiswi ini Berhasil Dibekuk

Iklan Semua Halaman

.

VC Perlihatkan Kemaluan, Pencuri Laptop dan Smartphone Mahasiswi ini Berhasil Dibekuk

Senin, 30 September 2019
Residivis Kasus Pencabulan yang Juga Melancarkan Aksi Pencurian dengan Kekerasan Terhadap Mahasiswi di Bima Ditangkap Polisi, Senin (30/9/2019).

Bima, Berita11.com— Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Pribahasa itu, mungkin tepat disematkan untuk SK alias MN alias CK, residivis kambuhan asal Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima. SK berhasil diketahui sebagai pencuri laptop dan smartphone milik Tri Vita, mahasiswi 21 asal Desa Karampi Kecamatan Langgudu dan dibekuk Buser Polres Bima, Senin (30/9/2019).

Polisi berhasil mendapatkan petunjuk siapa pencuri gawai dan laptop milik mahasiswi tersebut setelah sang residivis tersebut melakukan video call (VC) ke nomor Ponsel milik adik korban menggunakan nomor Hp korban yang dicuri.

Hal tersebut dibenarkan Kapolres Bima AKBP Bagus Satrio Wibowo S.I.K melalui Kasubag Humas Polres Bima IPTU Hanafi.

Dikatakan Hanafi, peristiwa pencurian itu terjadi pada 25 September 2019 lalu sekira pukul 01.00 Wita, di kos-kosan di depan kampus STKIP Taman Siswa Bima di Desa Padolo Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima. Ketika itu, korban menyimpan laptop berwarna hitam merek Acer dan gawai canggih merek Samsung di atas spring bed, di samping tempat tidur korban.

Sekira pukul 01.00 Wita, tiba-tiba pelapor terbangun dan melihat seorang laki-laki tidak dikenal memakai baju kaos warna biru sedang keluar lewat jendela kamarnya. Saat itu korban tidak berani berteriak karena takut pelaku membawa senjata tajam dan melukainya.

Setelah pelaku keluar, korban melihat laptop dan gawai canggih yang disimpannya di samping tempat tidur sudah tidak ada. Kemudian pelapor keluar membangunkan ayahnya yang tidur di kamar sebelah dan sempat berusaha mengejar pelaku, namun tidak didapat.
“Awalnya kasus tersebut  terduga pelaku masih dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian,” ujar Hanafi.

Keesokan hari, Kamis (26/9/2019) sekira pukul 21.00 Wita, seorang laki-laki yang tidak dikenal tiba-tiba menelpon ke nomor saudara korban, Suabah, menggunakan telepon video (VC). Ketika itu, penelpon tersebut tidak memperlihatkan wajahnya, melainkan memperlihatkan video sedang memainkan kemaluannya di depan kamera gawai.

“Saat itu teman adik pelapor yang bernama sdri Ria mengenali suara seseorang yang melakukan video call tersebut adalah suara sdra SK alias MN alias CK (insial), alamat Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima,” ujar Hanafi.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian lebih kurang Rp4.350.000 dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Bima. Dari kejadian tersebut, anggota Opsnal Polres Bima melakukan penangkapan terhadap SK alias MN alias CK terkait kasus pencabulan.

“Dari hasil penyelidikan bahwa  yang melakukan pencurian barang milik pelapor, Tri Vita  adalah Sdr SK als MN alias CK yang didukung dengan barang bukti yang disita dari hasil penggeledahan oleh anggota Opsnal  di kos-kosaan tempat tinggalnya tersangka, ditemukan satu unit laptop warna hitam merek Acer,” kata Hanafi.

Dijelaskan Hanafi, berdasarkan hasil interogasi, diperoleh keterangan bahwa  yang mencuri barang elektronik milik mahasisw tersebut adalah CK. Setelah melakukan aksinya, sang residivis tersebut langsung menyimpan barang hasil curian di lemari, sedangkan satu unit gawai canggih merek Samsung diberikan ke istrinya.

“Saat  melakukan pencurian Sdr CK menggunakan baju warna biru dan membawa sebilah parang. Dari hasil keterangan tersangka tersebut, maka anggota Opsnal langsung menindaklanjuti dengan menyita  satu unit barang bukti berupa HP Samsung dan  membawa istri pelaku untuk dilakukan pemeriksaan lebih  lanjut,” katanya.

Ditambahkan IPTU Hanafi, pelaku  saat ini ditahan dalam kasus pencabulan. Ia juga dijerat atas kasus pencurian dengan pemberatan tersebut. Setelah selesai menjalani hukuman (putusan hakim) dalam kasus pencabulan, selanjutnya akan dilimpahkan lagi ke JPU dalam kasus pencurian dengan pemberatan tersebut. 

“Sehingga tersangka CK akan menghadapi dua kasus berbeda. Tersangka juga merupakan residivis pencurian dengan pemberatan,” tambah IPTU Hanafi. [MR/AD]