Waket KADIN Bima Berbagi tentang Kompetisi Wirausaha

Iklan Semua Halaman

.

Waket KADIN Bima Berbagi tentang Kompetisi Wirausaha

Jumat, 06 September 2019
Waket KADIN Kabupaten Bima, Ir Hadi Santoso ST MM IPM Menguatkan Motivasi Pelajar SMKN 1 Monta tentang Wirausaha saat Workshop Sekolah Pencetak Wirausaha yang Digelar di Sekolah Setempat, Jumat (6/9/2019).


Kota Bima, Berita11.com— Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bima Ir Hadi Santoso ST, MM, IPM berbagi tentang kompetisi wirausaha di hadapan pelajar SMKN 1 Monta Kabupaten Bima, peserta workshop Sekolah Pencetak Wirausaha (SPW) yang digelar di aula sekolah setempat, Jumat (6/9/2019).

Dalam sambutannya Kepala SMKN 1 Monta,  Tarmidzi Esha, S. Pd, menjelaskan workshop SPW tersebut bertujuan meningkatkan motivasi dan pemahaman teknis siswa serta guru dalam berwirausaha.

“Program ini disupport oleh Kemendikbud melalui Direktorat SMK, guna menguatkan kemampuan siswa SMK dalam berwirausaha. Sengaja kita hadirkan pihak KADIN Bima. Karena merupakan lembaga yang berkompeten berbicara terkait hal ini,” ujar Tarmidzi.

Sementara, itu Wakil KADIN Bima, Ir Hadi Santoso ST, MM,  IPM,  dalam pemaparannya menjelaskan pentingnya membangun mentalitas dan kompetensi wirausaha bagi generasi muda. Hal itu, mengingat jumlah wirausahawan Indonesia masih sangat minim.

“Jumlah wirausahawan selalu linier dengan tingkat kesejahteraan suatu daerah, sehingga harus terus digelorakan semangat berwirausaha di kalangan generasi muda,”  terang Hadi.

Sementara itu, keterampilan bisnis merupakan kemampuan praktis yang hanya dapat terasah dengan praktik secara konsisten, persistensi, fokus dan kerja keras.

“Bisnis juga harus dijalani dengan dasar cinta agar tak gampang putus asa ketika menghadapi masalah. Kita tidak akan pernah sukses,  sampai kita benar-benar mencintai bisnis yang kita jalankan. Karena setiap pekerjaan selalu memiliki tantangan dan hambatan,” imbuh Hadi.

Hadi juga menjelaskan trik-trik dalam menghadapi persaingan bisnis dan menjadikan persaingan sebagai energi untuk meningkatkan usaha, bukan membunuh usaha yang telah ada.

“Persaingan usaha itu suatu kemutlakan. Ada dua pola yang harus kita jalankan dalam bisnis,  yaitu konsep red dan blue ocean strategy. Kedua strategi bersaing itu memiliki pendekatan yang berbeda agar persaingan menjadi produktif, “ tutup Founder Sentral Muslim Group ini. [RD]