Bupati Bima Apresiasi Peran Media, Kritikan juga Tetap Diterima

Iklan Semua Halaman

.

Bupati Bima Apresiasi Peran Media, Kritikan juga Tetap Diterima

Selasa, 01 Oktober 2019
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE Didampingi Kabag Humas & Protokol Setda Kabupaten Bima Hj Sita Arna dan Kasubag Informasi dan Pemberitaan Bagian Humas Protokol Setda Kabupaten Bima, Zainuddin S.S Bertatap Muka dengan Puluhan Awak Media di Aula Kantor Bupati Bima dalam Acara Bertajuk Cofee Morning, Sabtu (28/9/2019) lalu.


Bima, Berita11.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima menegaskan tidak alergi kritik. Masukan dari berbagai pihak termasuk media juga menjadi input bagi pemerintah daerah. Hanya saja diharapkan kritikan yang disampaikan media konstruktif atau berimbang.

“Saya harap media dan Pemkab bersatu dan bersinergi. Berikan kritikan karena itu adalah tugas media. Pilar demokrasi itu salah satunya adalah media dan kami tidak anti kritik, tidak alergi kritik, tapi kritik yang membangun,” ungkap Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE saat cofee morning bersama puluhan awak media dan pejabat Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima di Aula Kantor Bupati Bima, Sabtu (28/9/2019).

Dikatakannya, Pemkab Bima mengakui peran media dalam mengawal dan mengontrol jalannya pemerintah. Termasuk agenda pembangunan. Peran lain media termasuk dalam ikut berpartisipasi menjaga situasi kondusifitas daerah.

“Peran media juga selama ini termasuk dalam menjaga kondusifitas daerah. Isu-isu yang terjadi di daerah. Kami menyampaikan apresiasi untuk itu. Ke depan masih ada agenda Pilkada dan Pilkades, maka tentu kami harapkan peran-peran media untuk ikut menjaga kondusifitas daerah,” ujar Bupati Bima.

Menurutnya, selama ini Pemerintah Daerah menjadikan kritikan dan input dari media dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Seperti masalah ekonomi dan kesehatan yang dihadapi warga tidak mampu. Hanya saja media juga diharapkan memberitakan sebuah isu secara seimbang.

Penerapan punishment terhadap ASN dan upaya Pemerintah Daerah dalam mengatasi suatu masalah juga diberitakan hingga tuntas. Tidak hanya mengupas dari sisi permasalahan. Namun juga upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah. 


“Media juga kita harapkan mengangkat permasalahan permasalahan apapun. Bila permasalahan itu sudah ditemukan solusinya, mohon juga kembali diberitakan agar pembaca disajikan berita yang berimbang,” harapnya.

Bupati berharap awak media tidak bekerja merangkap profesi lain, sehingga tidak muncul kecurigaan antara satu dengan yang lain. “Tidak double job. Saya minta agar wartawan bisa memposisikan diri benar-benar sebagai wartawan, sehingga tidak muncul lagi kecurigaan antara satu dengan yang lain, bahwa adanya wartawan yang merangkap,” harapnya.

Diisyaratkannya, pihaknya mendukung upaya peningkatan kompetensi wartawan di Bima melalui upaya pelatihan dan mengundang pakar. Bupati Bima juga memberikan input agar komposisi yang menggeluti dunia jurnalistik seimbang antara antara laki laki dan perempuan, sehingga isu-isu yang menyangkut perempuan tidak terabaikan. Karena banyak juga isu-isu yang menyangkut perempuan yang mesti menjadi atensi.

Pada momentum cofee morning tersebut, Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, Hj Sita Arna mengungkapkan kalimat pamit di hadapan awak media karena akan memasuki masa purna tugas sebagai ASN. [MR/AD]