Desak Bupati Bima Cabut Izin Penyaluran Benih Bima Urin-Premium, GMNI Gedor Kantor Camat Bolo dan Pemda -->

Iklan Semua Halaman

.

Desak Bupati Bima Cabut Izin Penyaluran Benih Bima Urin-Premium, GMNI Gedor Kantor Camat Bolo dan Pemda

Thursday, October 17, 2019
Aksi Massa GMNI di Depan Kantor Bupati Bima, Kamis (17/10/2019). Massa Mendesak Bupati Bima segera Mencabut Izin Penyaluran Benih Bima Urin dan Premium.


Bima, Berita11.com— Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bima yang dipimpin Andi Wahyudi mendesak Bupati Bima, Hj IndahDhamayanti Putri SE mencabut izin penyaluran benih jagung urin dan premium. Hal itu sebagai tindaklanjut atas keluhan para petani di Kabupaten Bima.

Untuk menyuarakan tentang desakan tersebut, massa GMNI menggedor kantor Camat Bolo, gudang penyimpanan bibitt Desa Sondosia Kecamatan Bolo dan kantor Bupati Bima di Godo Dadibou Kecamatan Woha Kabupaten Bima, Kamis (17/10/2019) siang.
Selain pokok tuntutan desakan agar Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE mencabut izin penyaluran benih Bima Urin dan Premium. Massa juga menyampaikan sejumlah poin tuntutan.

Andi Wahyudi mengatakan, Benih Premium 909 dan Peniti Maurin adalah benih yang tidak termasuk yang diajukan oleh kelompok tani se-Kabupaten Bima sehingga benih yang disalurkan tidak sesuai dan merugikan petani, sehingga GMNI menolak benih tersebut.
“Kepemilikan sandang yang tidak memiliki izin resmi sehingga merugikan daerah Kabupaten Bima. Benih yang tersalurkan dari 2016-2018 tidak memenuhi standar BPSD,” katanya.

Andi mendesak Dinas Pertanian dan Perkebunan segera membagikan bibit padi dan jagung kepada masyarakat. Selain itu, meminta pertanggung jawaban oknum Kabid di OPD tersebut.

“Kami meminta kepada Kepala Dinas Pertanian agar melakukan pemecatan terhadap oknum Kabid,” katanya.

Andi menuding, oknum Kabid terindikasi menimbun bibit padi dan jagung 212 ribu. Di antara benih itu,160 kg merupakan varietas premium 919. Bantuan bersumber dari pemerintah pusat dengan alokasi luas lahan 14.144 Ha. Yaitu meliputi tujuh kecamatan di Kabupaten Bima yaitu Kecamatan Bolo, Soromandi, Tambora, Sanggar, Lambitu, Sape dan Ambalawi.

“Mengingat banyaknya keluh kesah masyarakat petani se-Kabupaten Bima terkait varietasi bibit yang disalurkan oleh pemerintah yang tidak memenuhi standar BPSD, maka dengan ini kami menolak bantuan bibit ini dan kami meminta kepada pemerintah agar menggantikan bibit yang produktif dan bermutu, sesuai dengan keinginan masyarakat seperti biji 18, NK 212 dan NK 3728(Sumo),” katanya.

Ia juga meminta Camat Bolo membuat surat pernyataan penolakan bibit jagung yang tidak bermutu. Permasalahannya juga  tidak ada sosialisasi terkait bibit. “Jika tidak memberikan pernyataan penolakan bibit jagung, maka kami akan melakukan penyegelan kantor camat dan melakukan boikot jalan dan kami akan mengangkat isu ini sebagai isu nasional,” katanya.

Setelah puluhan menit menyampaikan orasi, massa berupaya memalang kantor  Camat Bolo, sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pemerintah kecamatan yang dinilai tidak memberikan tanggapan dan pernyataan sikap penolakan bibit jagung. Aksi massa dapat dihalau oleh aparat kepolisian dan Pol PP Kecamatan Bolo yang mengawal aksi unjuk rasa.

Camat Bolo yang diwakili Kasi Trantib Pemerintah Kecamatan Bolo, Lukman menyapaikan bahwa Camat Bolo akan melaksanakan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat terkait mutu bibit jagung bantuan dari pemerintah. “Sejauh mana mutu dari bibit jagung, jika memang mutunya tidak bagus, maka kami juga siap menolaknya,” katanya.

Usai menggelar aksi di depan kantor Camat Bolo, massa kemudian melanjutkan orasi di depan gudang penyimpanan bibit jagung dan padi di Desa Sanolo Kecamatan Bolo.
Setelah itu, massa kemudian bergeser ke kantor Bupati Bima di Godo Dadibou Kecamatan Woha. Aksi massa dikawal patroli Polsek Bolo.

Dalam aksinya di depan kantor Bupati Bima, Andi Wahyudi mengatakan kehadiran massa GMNI dalam rangka menuntut kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat. “Hari ini kami mencoba masuk dalam persoalan yaitu kasus bibit jagung yang tidak bermutu, sedangkan di pusat kasus pengadaan bibit jagung tahun 2016- 2017 sedang ditangani oleh BPK,” katanya.

Dikatakannya, terdapat bantuan Rp22 miliar yang dikucurkan pemerintah pusat untuk mensejahterakan petani, namun yang diperoleh petani hanya bibit jagung yang tidak pantas untuk ditanam.

Setelah menggelar aksi satu jam lebih, massa berupaya merangsek ke halaman kantor Bupati Bima. Namun dihalau anggota Pol PP dan petugas keamanan. Massa berupaya mendobrak pintu hingga akhirnya sempat terjadi ketegangan aparat dengan massa.

Kondisi Rusa Jalan Negara yang Ditutup oleh Massa GMNI Kabupaten Bima.
Kecewa tak bisa merangsek ke halaman kantor Bupati Bima, massa kemudian memlokade jalan negara di depan kampus Vokasi UNRAM di Desa Sondosia. Massa menyorot penanganan terhadap mereka saat aksi di depan kantor Bupati Bima. Akibat aksi penutupan ruas jalan negara, lalu lintas di jalur tersebut terhambat.

Tak lama kemudian, sekira pukul 15.20 Wita, anggota Polsek Bolo yang dipimpin Kapolsek AKP Juanda tiba di lokasi. Anggota kepolisian dibantu pengendara membuka paksa ruas jalan yang ditutup menggunakan sejumlah material, hingga akhirnya massa membubarkan diri. [R/US]