Desak Transparansi Penggunaan Dana Desa, Massa Palang Pintu Kantor Desa Maria

Iklan Semua Halaman

.

Desak Transparansi Penggunaan Dana Desa, Massa Palang Pintu Kantor Desa Maria

Rabu, 09 Oktober 2019
Aksi Massa di Depan Kantor Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima, Rabu (9/10/2019). Massa Menyorot Transparansi Penggunaan Dana Desa Selama Lima Tahun.


Bima, Berita11.com— Puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Perubahan (APMPP) Desa Maria Kecamatan Wawo Kabupaten Bima yang dikoordinir Firman Binsyar menggelar aksi di kantor Desa Maria Kecamatan Wawo, Rabu (9/10/2019) pagi. Massa memalang kantor desa setempat.

Massa menyampaikan lima pokok tuntutan, di antaranya menuntut keterbukaan informasi berkaitan penggunaan APBDes Maria tahun 2015-2018. Selain itu, mendesak BPD setempat melaporkan pelaksanaan kerjanya selama bertugas,  mendesak Pemkab Bima segera mengevaluasi kinerja Kepala Desa Maria berkaitan transparansi penggunaan APBDes tahun 2019 dan Alokasi Dana Desa (ADD) sebagaimana regulasi.

Massa juga  mendesak aparat kepada penegak hukum, Polri dan pihak Kejaksaan menyikapi dugaan penyalahgunaan dana desa dan ADD di desa setempat. Karena selama ini diduga tidak transparan.

“Mana pertanggung jawaban penggunaan anggaran APBDes tahun 2015 sampai 2018 yang disertai dokumen-dokumen keuangan,” teriak Firman.

Massa yang menggelar aksi kemudian diterima mantan Kades setempat, H Nurdin M Saleh dan jajarannya.

Nurdin menjelaskan  SPJ APBDes tahun 2015-2018 yang disertai  dokumen keuangan telah disampaikan pihaknya kepada masyarakat. Selain itu, sudah diserahkan kepada Inspektorat Kabupaten Bima. hasilnya, tidak ditemukan kejanggalan maupun penyimpangan.

“Semenjak kami menjabat sebagai Kades Maria, kami telah bekerja secara profesional dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tetapi apabila adik adik belum puas dengan apa yang telah kami laporkan, maka silahkan adik adik tempuh secara jalur hukum,” tandasnya.

Penjelasan mantan Kades tidak memuaskan massa yang kemudian membacakan poin-poin laporan pertanggung jawaban mantan Kades. Setelah bertemu Muspika dan aparat desa setempat, mantan Kades H Nurdin meminta kelonggaran waktu pada massa dan berjanji 
akan menyampaikan jawaban secara tertulis.

Namun tawaran mantan Kades tak dapat diterima oleh massa. Koordinator massa menegaskan,  tidak pernah mau memberikan kesempatan waktu dan menginstruksikan massa memalang kantor desa setempat.

“Ada beberapa aturan yang dilanggar aparat desa, karena dalam penyusunan anggaran dan lain lain tidak melibatkan orang-orang yang tahu dan berhak untuk menyusunnya,” katanya.

Massa kemudian memalang setiap pintu ruangan kantor desa setempat. Massa mengancam tidak akan membuka palang pintu kantor desa setempat hingga ada keputusan dari Inspektorat Kabupaten Bima.

Puas menyampaikan orasi dan melakukan aksi, massa kemudian membubarkan diri sekira pukul 13.00 Wita. [AD]