Dua Destana di Kecamatan Soromandi Terbentuk, ini Arahan Bupati Bima

Iklan Semua Halaman

.

Dua Destana di Kecamatan Soromandi Terbentuk, ini Arahan Bupati Bima

Rabu, 09 Oktober 2019
Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri SE Menyampaikan Sambutan pada Pembentukan Destana di Kecamatan Soromandi, Selasa (8/10/2019). 


Bima, Berita11.com— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bimamembentuk dua desa tangguh bencana yaitu Desa Punti dan Desa Kananta Kecamatan Soromandi, Selasa (8/10/2019). Pembentukan desa tangguh bencana dihadiri BupatiBima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE.

Selain bupati, kegiatan juga dihadiri Kalak BPBD, Sekretaris BPBD dan para Kepala Bidang BPBD Kabupaten Bima dan staf, Camat Soromandi dan para kepala desa, serta relawan tangguh bencana yang berada di dua desa tersebut. Kegiatan berlangsung di Lapangan Desa Kananta Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima.

Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri, SE mengatakan, pembentukan Destana di dua desa tersebut merupakan strategi upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di wilayah Kabupaten Bima, khususnya yang berada di dua desa tersebut.

“Ini merupakan strategi pengurangan risiko Bencana oleh pemerintah dengan cara menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam penanggulangan bencana itu sendiri, sekaligus pembentukan Destana akan membangun  masyarakat yang sadar bencana, memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana,” kata Bupati Bima seperti dikutip Kepala Sub Bagian Informasi dan Pemberitaan Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Bima, Zainuddin S.S.

Dikatakannya, hal lain yang hendak diraih atas pembentukan Destana yaitu  desa mampu  memulihkan diri  dari segala  dampak bencana. Siap untuk selamat, tangguh, tanggap dan mandiri.

Dijelaskannya Destana merupakan salah satu wujud dari tanggung jawab pemerintah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana. Tujuannya, melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bahaya dari dampak-dampak merugikan bencana, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi risiko bencana.

Selain membentuk Destana, kegiatan juga disertai perekrutan relawan  di dua desa tersebut, sehingga  siap dan tanggap bila terjadi bencana di dua desa setempat.

Bupati berharap, dengan adanya Destana di dua desa tersebut  bisa menjadi langkah strategis dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat meningkatkan waktu respon penanganan. Selain itu, adanya partisipatif masyarakat yang kuat serta adanya upaya preventif melalui mitigasi nonstruktural meminimalisasi korban.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima Aris Menandar, ST, MT dalam pengantar menjelaskan, Destana merupakan desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana.


Untuk bisa menjadi Destana, desa harus mampu memulihkan diri dengan cepat dari berbagai dampak bencana. Sebuah desa bisa disebut mempunyai ketangguhan terhadap bencana, ketika desa tersebut memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan dirinya dengan segenap sumber daya yang dimiliki, untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana.

“Untuk menjadi Destana, harus melalui proses yang di antarannya harus memiliki kader Destana. Kader Destana  yang sudah dilatih, dibentuk dan ditetapkan, wajib memiliki tiga hal dasar, yakni harus mengenali segala potensi bencana yang ada di wilayahnya, harus terdepan ketika terjadi bencana di wilayahnya dan terdepan serta mampu secara mandiri melakukan proses pemulihan,” katanya.

Adapun kegiatan yang dilakukan nantinya meliputi pelatihan tata cara penanganan bencana sehingga kejadian bencana dapat diminimalisasi. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan secara indoor dan outdoor, di mana para relawan diberi materi dan melaksanakan simulasi penanganan bencana. Kegiatan dilaksanakan tiga hari, 8-10 Oktober 2019. [MR]