Gandeng Diskop UKM, PP3TKI Pulau Sumbawa Gelar Sosialisasi Koperasi bagi Eks TKI

Iklan Semua Halaman

.

Gandeng Diskop UKM, PP3TKI Pulau Sumbawa Gelar Sosialisasi Koperasi bagi Eks TKI

Jumat, 04 Oktober 2019

 
Foto Bersama Panitia Diskusi Tematik bagi Buruh Migran dan Narasumer dari Diskop UKM Kabupaten Bima dan Pemerintah Desa Rite Kecamatan Ambalawi. Foto Ist.

Bima, Berita11.com  Pusat Pengkajian dan Pemantau Perlindungan TKI (PP3TKI) Pulau Sumbawa menggelar sosialisasi dan focus group discussion (FGD) tentang ekonomi kreatif bagi eks TKI atau buruh migran. Kegiatan dilaksanakan di Aula Desa rite Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima,  Kamis (3/10/2019).

Ketua Eksekutif PP3TKI Pulau Sumbawa, Yamin menjelaskan, pengembangan koperasi dan usaha kreatif kecil menengah sesuai dengan cita cita para pendiri bangsa Ir Soekarno. Yaitu, membangun ekonomi masyarakat mulai dari desa menuju ekonomi berdikari.

“Untuk itu, tentunya para eks TKI dan keluarga buruh migran harus didorong oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Tujuannya, agar membentuk karakter masyarakat eks TKI yang berjiwa wirausaha yang berbasiskan pada teknologi revolusi industri 4.0,” katanya saat sosialisasi.

Yamin juga memaparkan gambaran perbandingan eks TKI sejumlah daerah di luar NTB seperti Sampang dan Banyuwangi Jawa Timur yang difasilitas oleh pemerintah daerahnya dengan cara diberikan bantuan modal usaha khusus untuk eks TKI Rp3 juta per orang. 

Selanjutnya, modal usaha yang diberikan tersebut dipantau secara intens, sehingga ada kontrol sangat intens dan berkesenambungan dari pemerintah daerah sehingga masyarakat yang menerima bantuan tersebut tidak manja dan mencapai output yang ditargetkan.

“TKI merupakan pendorong pembangunan negara Indonesia dalam berbagai sektor. Karena sumbangsi TKI setiap tahunnya mengalami peningkatan. Artinya, pemerintah harus memerhatikan pola hidup dan sumber ekonomi bagi eks TKI supaya mereka bisa bertahan hidup, baik secara lahir maupun batin setelah kembali ke kampung halaman,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian dan upaya pemberdayaan oleh masyarakat bagi buruh migran, akan mencegah pemikiran bagi eks TKI untuk kembali bekerja di luar negeri. “Tidak memikirkan kembali berangkat mencari kerja keluar negeri lagi,” ujar Ketua Eksektuive PP3TKI Pulau Sumbawa yang juga dosen mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan di STIKES Yahya Bima dan STIKES Harapan Bunda Bima ini.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Rite, Imran mengatakan, TKI sangat membutuhkan bantuan dan uluran tangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Untuk itu, harus ada jalinan kordinasi secara berkesenambungan dari semua pihak.

Ketua PP3TKI Pulau Sumbawa menambahkan, pihaknya berharap pemerintah memberikan dukungan terhadap eks buruh migran dalam rangka kemajuan bangsa dan negara. “Lebih-lebih untuk daerah tercinta, untuk menciptakan inovasi dan hal hal baru demi kesejahteraan keluarga mereka pada masa yang akan datang,” ujar Yamin.

Kesimpualan dari diskusi tersebut, pihak Diskop UKM Kabupaten Bima akan mendorong percepatan pengembangan ekonomi kreatif terhadap eks TKI melalui kegiatan usaha kecil menengah.

Diskusi tematik ekonomi kreatif bagi eks buruh migran juga dihadiri perwakilan petugas Desmigratif, Kamaludin. Panitia juga mengundang Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima yang diwakili Sekretaris dinas, Drs Bahtiar dan Salmah SE, Kepala Bidang Koperasi Diskop UKM Kabupaten Bima. Kegiatan diikuti mantan buruh migran. Diskusi tematik juga didukung Pemerintah Desa Rite Kecamatan Ambalawi.

Kegiatan juga dimeriakan oleh ibu-ibu PKK yang melaksanakan pengobatan gratis bagi eks buruh migran serta pengurus PP3TKI. [RD]