Karhutla di Atas Pintu Ternak 4 PT SMS Kembali Terjadi

Iklan Semua Halaman

.

Karhutla di Atas Pintu Ternak 4 PT SMS Kembali Terjadi

Sabtu, 05 Oktober 2019
Kapolsek Pekat IPDA Abdul Malik saat memadamkan api. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi kawasan zona pemanfaatan Taman Nasional Tambora (TNT) tepatnya di atas pintu ternak 4 PT SMS bagian Doroncangan Desa Doropeti Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB kini kembali terjadi pada Sabtu (5/10/2019) siang.

Namun Karhutla kali ini berhasil ditangani dan dipadamkan hanya beberapa titik api saja oleh Tim Gabungan dari Mapolsek Pekat yang dipimpin Kapolsek IPDA Abdul Malik, SH bersama empat orang personel dan 10 orang anggota dari Pegawai TNT yang dipimpin Kepala Seksi Pengelolaan TNT wilayah dua Pekat dan Kempo, Wihandono Eki Sutopo, S.Hut MEC.Dev.

IPDA Abdul Malik menjelaskan, api yang mengakibatka Karhutla itu belum diketahui bersumber dari mana, namun yang pasti kebakaran itu terjadi diperkirakan sejak dua hari yang lalu dan menghanguskan pepohonan dan semak-semak baik yang sudah kering maupun yang masih hidup dengan luas kebakaran mencampai sekitar 20 Heaktar.
Tim gabungan dari Mapolsek Pekat dan pegawai TNT saat berdo'a sebelum terjun ke lokasi Karhutla. Foto ist

"Upaya yang kami lakukan yaitu menyambung selang air menuju titik api dengan panjang sekitar 1,5 Kilo meter, kemudian dilakukan pemadaman dengan cara menyemprotkan air yang ditarik menggunakan Randis atau Jenset dari mobil tangki air milik TNT," jelas Abdul Malik.

Menurut dia, di dalam kawasan hutan terdapat beberapa titik api yang dapat dilihat dari jauh namun tim hanya mendatangi titik api yang bisa dijangkau oleh kendaraan sehingga tidak menutup kemungkinan api terus menyebar luas akibat hembusan angin kencang yang didukung dedaunan dan ranting kayu yang sudah kering.
Telah sampai di lokasi Karhutla saat menarik selang dari tangki menuju titik api. Foto ist

"Setiap tahun kebakaran hutan seperti ini sering terjadi karena hutan yang luas dan terdapat tumbuhan rumput dan tumbuhan paku yang pada musim kering dapat dengan mudah terbakar dan cepat meluas kedalam kawasan hutan yang sulit dijangkau," ungkap Abdul Malik pada Berita11.com.

Sekira pukul 17.00 Wita Tim Gabungan kembali ke Pos TNT setelah melaksanakan tugas dengan aman dan lancar namun api diperkirakan belum mampu dilakukan pamadaman secara total karena lokasi api yang luas dan titik api yang terpisah-pisah. [RIS]