LPPK NTB Gelar Aksi di depan Mako Polres Bima, ini Tuntutannya

Iklan Semua Halaman

.

LPPK NTB Gelar Aksi di depan Mako Polres Bima, ini Tuntutannya

Senin, 07 Oktober 2019
Aksi Massa di Depan Mako Polres Bima, Senin (7/10/2019). Foto MR Berita11.com.


Bima, Berita11.com— Massa Lembaga Pemantau Pengawasan Korupsi (LPPK) NTB bersama masyarakat Desa Sandue Kecaatan Sanggar Kabupaten Bima yang dikoordinir Supriyadi alias Damar menggelar aksi di depan Mako Polres Bima, Jalan Lintas Sumbawa, Senin (7/10/2019).

Massa menyorot proses penyelidikan kasus perkelahian dua pemuda Desa Sandue Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima yang ditangani Polsek Sanggar. Massa menuding, bahwa Polsek Sanggar tidak melakukan proses berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap warga.

Supriyadi mendesak agar Polres Bima segera mengatensi berkaitan tuntutan mereka. “Kami menegaskan kepada bapak Kapolres Bima Panda segera melakukan panggila sekaligus diproses secara hukum dalam bentuk pelanggaran kasus perkelahian. Terhadap oknum penyidik/ penyelidik di Polsek Sanggar,” katanya.

Diisyaratkannya, jika tuntutan tidak direspon, massa akan menggelar aksi di Polda NTB. Berdasarkan hasil temuan pihaknya, bahwa kasus perkelahian dua orang tidak diproses dalam BAP.

“Pada tanggal 23, dua orang pemuda Desa Sanggar mengamankan diri sampai tanggal 2 September sehingga yang dilakukan oleh oknum polisi di Polsek Sanggar langsung mengeluarkan surat penangkapan sekaligus penahanan sehingga ditetapkan sebagai tersangka sehingga kami dari LPPK NTB bersama masyarakat Desa Sandue menggelar aksi demonstrasi,” katanya.

Sekira pukul 10.50 Wita, massa aksi diterima Kasat Reskrim Polres Bima IPTU Hendrik K S.Sos dan langsung menyampaikan tanggapan.


Dijelaskannya, kasus berkaitan pengeroyokan masih dalam proses penyelidikan penyidik Polres Bima. 

“Kita ikuti aja dulu proses penyidikan dari kepolisan. Pihak tersangka mempunyai hak, karena tersangka ini dilakukan penahanan. Untuk mengajukan penangguhan penahanan nanti setelah mengajukan, ada pertimbangan dari pihak penyidik seperti apa nantinya,” katanya.

Dikatakannya, penyidik melakukan penahanan karena dikuawatirkan pihak tersangka melarikan diri,  menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya.

“Kalau seandainya bapak-bapak, saudara saudara rekan-rekan saya di sini menemukan penyimpangan terkait dengan proses penyidikan, silahkan dilaporkan kepada pihak Propam sehingga Propam secara  intern akan melakukan audit. Apakah ada penyimpangan di sana, kalau ada  penyimpangan akan dilakukan proses oleh pengawas  penyidik terkait dengan adanya kemungkinan kesalahan kesalahan,” jelas IPTU Hendrik.

Setelah mendengarkan tanggapan dari Kasat Reskrim Polres Bima, massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan aman. [MR]