Massa LMND Desak Apkam dan Pemerintah Penjarakan Pengecer Pupuk Nakal

Iklan Semua Halaman

.

Massa LMND Desak Apkam dan Pemerintah Penjarakan Pengecer Pupuk Nakal

Selasa, 08 Oktober 2019
Suasana Aksi Massa Eksekutif LMND Kabupaten Bima di Ruas Jalan Negara Depan Kampus STKIP Taman Siswa Bima, Selasa (8/10/2019). Dok Humas LMND.


Bima, Berita11.com— Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kabupaten Bima menggelar aksi di ruas jalan negara, depan kampus STKIP Taman Siwa Bima, Selasa (8/10/2019). Massa mendesak aparat keamanan dan pemerintah memenjarakan pengecer pupuk nakal.

Selain menyorot distributor dan pengecer pupuk yang nakal, dalam aksinya massa Ek LMND Kabupaten Bima yang dikoordinir Muliani, juga menyampaikan sejumlah tuntutan. Yaitu meminta pemerintah membentuk Dewan Rakyat Papua (DRP), mendesak tindakan represif militer dan tindakan rasis terhadap rakyat Papua, membubarkan BPJS dan kemudian dikembalikan ke Jamkesmas.

Poin lainnya mendesak pemerintah mewujudkann pendidikan gratis, ilmiah dan demokrasi, mendesak pencabutan regulasi yang dianggap proneoliberlisme yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU Nomor 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Selain itu, mendesak Pemkab Bima menerbitkan Perda dan Perbup yang mengatur harga panen petani, serta meminta Apkam dan pemerintah agar menyeret pengecer pupuk “nakal”.

“Pancasila sebagai falsafah sekaligus ideologi bangsa Indonesia tidak diperhatikan dan tidak dijalankan sistem ke tatanegaraan. Bahkan, Pancasila hanya dijadikan sebagai simbol atau pelengkap dokumen negara yang kemudian sudah dikalahkan oleh watak pemangku jabatan yang bersifat mementingkan kepentingan individu atau kelompok,” teriak Erik Rinaldi, Ketua Ek LMND Kabupaten Bima.

Dikatakannya, persoalan mendesak rakyat saat ini berkaitan ekonomi, sehingga tak seharusnya rakyat dibebani untuk menutupi defisit BPJS. “Itu sudah menjadi tanggung jawab negara menerapkan pelayanan kesehatan yang lebih humanistik. Karena itu kami dari Eksekutif Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menolak keputusan pemerintah menaikkan anggaran BPJS,” kata Erik dalam orasinya.

Aksi Massa LMND Kabupaten Bima Mendesak Peneyelesaian Sejumlah Persoalan Pertanian, Berbagai Isu Lokal dan Isu Nasional. Foto RIF/ Berita11.com.

Ek LMND Kabupaten Bima menilai beberapa paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tidak berpihak untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia, sehingga bertentangan dengan tujuan negara yaitu mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Dalam aksinya massa sempat menahan laju kendaraan yang melintas di jalan negara yang merupakan lokasi aksi. Beberapa kendaraan yang sempat dihentikan lajunya seperti mobil pengangkut BBM milik Pertamina, sejumlah Randis dan kendaraan umum.

Puas menyampaikan orasi, menjelang siang massa LMND kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib. [R/RD]