Miris, Izin Lantaran Sakit, Karyawan SPBU PT Mitra Sehati Abadi Malah Dipecat

Iklan Semua Halaman

.

Miris, Izin Lantaran Sakit, Karyawan SPBU PT Mitra Sehati Abadi Malah Dipecat

Rabu, 09 Oktober 2019
Gambar dari depan SPBU PT Mitra Sehati Abadi Kabupaten Bima. Foto MD

Bima, Berita11.com-- Muhammad Ali Muhdin, karyawan di SPBU PT Mitra Sehati Abadi yang terletak di Jalan Lintas Tente Desa Rabakodo Kecamatan Woha Kabupaten Bima tiba-tiba dikejutkan penerimaan surat pemecatan dari manegernya Farid Efendi.

Mirisnya, pemecatan Muhammad Ali Muhdin diduga dipicu karena dirinya izin lantaran sakit. Padahal, dua hari sebelumnya, dirinya sudah meminta ijin untuk pulang baik melalui kantor maupun security (Satpam) dengan laporan secara lisan, bahkan Satpam pun memberikan ijin untuk pergi membeli obat sekaligus untuk pulang.

Sejak sakit selama dua hari, dirinya tidak pernah masuk kerja seperti biasanya, kemudian dihari keduanya, tiba-tiba hadir sepucuk surat pemecatan, saat itu hatinya sangat terpukul atas apa yang dialaminya.

"Surat yang dikeuarkan oleh pihak SPBU itu yang isinya bahawa saya dipecat atau dikeluarkan, jika dikarenakan masalah sakit kemarin, saya sudah minta ijin bahwa saya sedang sakit," jelas M. Ali Mudin pada Berita11.com, Selasa (08/10/2019).

Tak hanya soal pemecatan, yang membuat dirinya sangat terpukul dan kecewa apa yang sudah dilakukan oleh pihak SPBU tidak ada sedikitpun santunan serta tanpa ada memberitahukan alasan yang pasti dan seolah tidak ada rasa kamanusiaan.
Gambar dari depan 2 SPBU PT Mitra Abadi Sehati. Foto MD

"Saya sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh SPBU, selain tidak ada alasan yang pasti. SPBU memecat saya tanpa sedikitpun memberikan santunan apapun sementara saya telah bertahun-tahun bekerja di SPBU. Hal itu lah yang membuat saya kecewa," ujar dia dengan raut muka sedikit lesu.

Pria yang sudah tiga tahun sembilan bulan bekerja di SPBU ini menceritakan, bahwa sebelum dirinya masuk bekerja di situ, dirinya dimintai uang sejumlah Rp3 juta sebagai pelicin dan saat itu diterima pengawas di SPBU tersebut yakni Ihwan Setiawan.

"Pada saat serah terima uang itu supaya bisa masuk bekerja, saat itu, disaksi oleh kaka saya sendiri Ramlah, Istrinya Om Boy, agar saya diterima oleh SPBU," ungkap dia sedikit nada sedih.

Hingga berita ini diturunkan, pimpinan SPBU PT Mitra Sehati Abadi masih dalam upaya untuk dikonfirmasi guna dimintai keterangan. [MD]