Perkuat Budaya Lokal, STKIP TSB Gelar Lomba Tari Kreasi Tradisional Pelajar se-Pulau Sumbawa

Iklan Semua Halaman

.

Perkuat Budaya Lokal, STKIP TSB Gelar Lomba Tari Kreasi Tradisional Pelajar se-Pulau Sumbawa

Rabu, 09 Oktober 2019
Penampilan Salah Satu Kelompok Peserta Lombab Tari Kreasi Tari Tradisional tingkat SMA/SMK dan MA se-Pulau Sumbawa yang Diselenggarakan Kampus STKIP Taman Siswa Bima.


Bima, Berita11.com— Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (STKIP TSB) terus memperkuat visi pendidikan peradaban (Education for Civilization). Melalui UKM Terompet, kampus setempat menyelenggarakan Lomba Kreasi Tari Tradisional tingkat SMA/SMK dan MA se-Pulau Sumbawa.

Pembina UKM Terompet STKIP TSB, Nunung, M.Pd menjelaskan, kegiatan merupakan program kerja UKM Terompet periode kepengurusan 2019-2020.  Tujuannya, untuk meluaskan ruang upaya menjaga keutuhan budaya lokal. Dengan hadirnya lomba tari tradisional tersebut diharapkan menjadi titik awal agar generasi penerus bangsa terus berpacau memertahankan nilai kearifan lokal masyarakat se-Pulau Sumbawa.

“Tentunya ini salah satu bentuk dari kepedulian kami selaku pembina UKM di bidang seni tari. Maka, dengan itu kami menyiapkan diri dengan penuh tanggung jawab untuk menyelanggarakan program ini,” katanya, Selasa (8/10/2019).

Dikatakannya, kegiatan tersebut tidak terlepas sebagai salah satu ajang mengenalkan visi BERADAB kampus. Harapannya, orang mengetahui betapa STKIP TSB memiliki daya simpati yang kuat terhadap upaya menjaga nilai lokal.

“Peserta yang mengikuti Lomba tersebut sebanyak lebih dari 20 peserta yang berasal dari berbagai SMA dan SMK se-Pulau Sumbawa.Kegiatan lomba berlangsung meriah dengan penampilan tari yang memukau dari seluruh peserta,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua STKIP Taman Siswa, Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si memaparkan bahwa STKIP Taman Siswa Bima selalu berusaha mewujudkan visi pendidikan yang BERADAB.  Oleh karena itu, setiap unit kegiatan mahasiswa atau lembaga mahasiswa untuk selalu berkreasi menyelenggarakan kegiatan-kegiatan membina karakter.


Lomba Tari Tradisional Bima diharapkan dapat melestarikan dan mengenalkan lebih jauh lagi tentang warisan budaya terutama Budaya Bima. “Kata Soekarno jika ingin maju maka  jas merah, jangan lupakan sejarah,” katanya.

Dr Ibnu juga berharap, bila ada sekolah yang ingin bekerja sama dalam membina siswanya untuk bidang kesenian dan budaya, pihaknya dengan senang hati siap membantu. Karena di STKIP Taman Siswa terdapat dosen-dosen kesenian yang berkualitas yang dapat melaksanakan pembinaan.

Dari lomba yang diselenggarakan dari pagi hingga sore tersebut, diperoleh hasil juara 1 diraih SMKN 3 Kota Bima, dengan judul tarian tari sarau dou sampela, juara 2  diraih SMK 45 Kota Bima, dengan judul tarian tari raho ngupa ra ngepe, juara 3 diraih SMAN 1 Belo Kabupaten Bima, dengan judul tarian tari doku siwe sampela, kategori juara harapan 1-3  berturut-turut diraih SMA 2 Woha, SMA 1 Ambalawi dan SMKN 1 Woha.


Pada akhir kegiatan, kepala sekolah dari peserta lomba, Dedi Rosady, M.Pd menyampaikan apresiasi atas lomba yang diselenggarakan kampus setempat. Pihaknya berharap lomba tersebut dilaksanakan setiap tahun agar budaya terus dilestarikam dan menjadi ekstrakurikuler  wajb di sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada STKIP Taman Siswa Bima yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini melalui UKM Terompet,” katanya. [RD]