Delapan Cakades di Pekat Tanda Tangan Kesepakatan dan Deklarasi Damai

Iklan Semua Halaman

.

Delapan Cakades di Pekat Tanda Tangan Kesepakatan dan Deklarasi Damai

Jumat, 11 Oktober 2019
Salah satu Cakades sedang melakukan tanda tangan kesepakatan. Foto ist

Dompu, Berita11.com - Delapan calon kepala desa (Cakades) yang siap bertarung dalam pemilihan kepala desa (Kades) serentak di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu NTB menandatangani kesepakatan bersama sekaligus deklarasi damai, Kamis (10/10/2019) pagi.

Kegiatan berlangsung di aula kantor camat dan dihadiri Camat Gunawan, SE, Danramil Kapten Kav. M. Kasim ASD, Kapolsek IPDA Abdul Malik, SH, seluruh Cakades, tim sukses dan panitia penyelenggara Pilkades serentak Kecamatan Pekat sejumlah 80 orang.

Camat setempat Gunawan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih terhadap tamu undangan yang telah hadir mengikuti acara tersebut, lebih khusus para Cakades yang bakal bersaing dalam ajang Pilkades mendatang.

"Maksud dan tujuan kami mengundang para calon kepala duntuk menandatangani kesepakatan bersama dan deklarasi damai dalam Pilkades dan terima kasih kepada tamu undangan," ucapnya.

Gunawan mengatakan, terhadap panitia agar bekerja secara profesional dan tidak memihak ke salah satu calon dan tetap menunjukan sikap netralitasnya.

"Harapan kami agar pelaksanaan pesta Pilkades ini tidak ternodai oleh hal-hal yang tidak kita inginkan bersma serta tindakan yang tidak terpuji," harap dia yang penuh dengan ketegasan.
Salah satu Cakades saat melakukan tanda tangan kesepakatan bersama. Foto ist

Hal serupa disampaikan Danramil M. Kasim, usai sambutan Gunawan, pihaknya berkeinginan tidak ada lain hanya satu tentu saja dalam hal keamanan dan kenyamanan.

"Saya harapkan kepada seluruh elemen masyarakat bahu membahu dan bekerja sama dalam menjaga keamanan, agar para calon bisa meredam dan menjadi penyejuk bagi para simpatisan maupun pendukung," pintanya.

"Tak hanya itu, bisa terciptanya situasi yang aman dan sejuk. Terkait Panitia agar bersikap netral dan profesional," sambung dia.

Sementara Kapolsek Pekat, Abdul Malik dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Pilkades secara serentak di Kabupaten Dompu merupakan kali keduanya setelah dilaksanakan pada tahun 2018 lalu.

"Untuk tahun ini diwilayah kita kecamatan pekat melaksanakan pilkades secara serentak diikuti oleh 8 desa dan merupakan paling terbanyak di Kabupaten Dompu," jelas Abdul Malik.

Lanjut Abdul Malik, semua mata tertuju pada kita dan pihaknya mengharapkan itu adalah bagian dari pesta demokrasi, hal itu sudah selayaknya untuk bergembira ria bersama.
Salah satu Cakades sedang melakukan tanda tangan kesepakatan. Foto ist

Sebagai gambaran, Abdul Malik menambahkan bahwa tingkat kerawanan dalam ajang Pileg dan Pilpres itu, lebih rawan dari pada Pilkades, karena, menurut dia, para kandidat bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Pada pemilihan Kades sebelumnya di Kilo dan Pajo tahun lalu berakhir dengan keributan dan ricuh diwarnai dengan pembakaran Kantor Desa. Untuk itu, kita jangan sampai terjadi seperti itu, karena yang rugi adalah kita sendiri," imbaunya.

Menurut Kapolsek, tujuan utama adanya acara tersebut untuk menghindari pengalaman yang terjadi tahun lalu seperti di Kecamatan Kilo.

"Yang mendorong kami untuk membuat kesepakat bersama dan deklarasi damai supaya situasi dan kondisi keamanan baik para pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan pilkades," tuturnya.

Ada sembilan poin yang harus ditanda tangani seluruh Cakades yang siap bertarung salah satunya adalah siap menerima kekalahan.

"Saya menegaskan bahwa kami tidak main-main, kami akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan hal-hal yang melanggar hukum," tegas Abdul Malik. [RIS]