STKIP Tamsis Hadirkan Rombongan Kemenpora dan Manusia Tercepat Isi Kuliah Umum

Iklan Semua Halaman

.

STKIP Tamsis Hadirkan Rombongan Kemenpora dan Manusia Tercepat Isi Kuliah Umum

Kamis, 03 Oktober 2019
Tim Kemenpora dan Mantan Sprinter Nasional Memberikan Kuliah Umum di Prodi PJKR STKIP Taman Siswa Bima, Kamis (3/10/2019).


Bima, Berita11.com— Ilmu dan pengetahuan tidak jauh dari pengalaman dan banyaknya pencapaian. Untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi pada mahasiswa baru, Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) STKIP Tamsis Bima menghadikan rombongan Kemenpora dan manusia tercepat pada kegiatan kuliah umum di kampus setempat, Kamis (3/10/2019).

“Kami berhasil menghadirkan Prof. Dr. Pamuji Sukoco dan Suryo Agung, M.Pd pada kuliah umum PJKR. Tujuannya, agar mahasiswa termotivasi dan mampu belajar lebih dari pengalaman dan pengetahuan orang-orang hebat dan berprestasi itu,” ujar koordinator kuliah umum PJKR, Rabwan Satriawan, M.Pd di kampus setempat, Kamis (3/10/2019).

Dijelaskannya, rombongan Kemenpora yang memiliki agenda penjaringan bakat anak di Pulau Sumbawa itu, mengisi  materi berkaitan bagaimana cara berprestasi. Tidak hanya pada aspek akademis, namun juga di luar akademis.



“Misalnya, menjuarai kejuaraan atau event. Peserta adalah mahasiswa baru PJKR, dengan fokus materi prestasi akademis oleh Prof. Dr. Pamuji Sukoco dan prestasi nonakademis Suryo Agung, M.Pd. Suryo Agung itu merupakan mantan juara nasional sprint 100 meter, manusia tercepat setelah ditaklukkan oleh Lalu Zohri beberapa waktu yang lalu,” jelasnya seraya mengisyaratkan penyampaian materi selama 60 menit.

Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si pada sejumlah kesempatan menekankan visi kampus merah. Dirinya berharap capaian kampus harus mampu merambah hingga level nasional dan internasional. Karenanya, berbagai terobosan dilakukan, termasuk menghadirkan banyak sumber pengetahuan dari akademisi hebat di luar lingkungan kampus merah.

Untuk diketahui, rombongam Kemenpora yang hadir merupakan tim indetifikasi bakat. Mereka Menjring bakat usia 13-15 tahun untuk dilatih di Sekolah Olahraga Ragunan. Bakat yang dijaring tersebut pada bidang atletik. [RD]