Antisipasi Balatkom, Korem 162/WB Gelar Sosialisasi

Iklan Semua Halaman

.

Antisipasi Balatkom, Korem 162/WB Gelar Sosialisasi

Selasa, 26 November 2019
Suasana Sosialisasi Balatkom yang Diikuti Prajurit Jajaran Korem, Persit KCK dan Mahasiswa di Mataram yang Digelar di Aula Sudirman Makorem 162/WB. Dok. Panrem 162/WB.

Mataram, Berita11.com— Bahaya latent komunis (Balatkom) sampai saat ini masih menjadi salah satu perhatian bangsa indonesia, tidak terkecuali Korem 162/WB. Hari ini Korem 162/WB menggelar sosialisasi Balatkom kepada seluruh prajurit jajaran Korem, Persit KCK dan para mahasiswa dari sejumlah kampus di Aula Sudirman Makorem 162/WB, Jalan Lingkar Selatan Mataram, Selasa (26/11/2019).

Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Seksi Teritorial Korem 162/WB, Letnan Kolonel Arh Budiono, menyampaikan radikalisme merupakan suatu ideologi atau paham yang ingin melakukan perubahan masif pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan/ekstrim untuk memaksakan digantikan paham mereka.

Adapun bahaya laten komunis, kata Danrem, yakni suatu paham (isme)  yang terus-menerus mengancam dengan gerakan bawah tanah, yang setiap saat dapat muncul ke permukaan yang ingin merusak dan mengubah tatanan konsep serta keseluruhan nilai yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, bahaya laten komunis harus menjadi perhatian bersama, mengingat komunis gaya baru yang tentunya muncul dengan menyesuaikan perkembangan zaman.                                                                                        

“Perkembangan teknologi era globalisasi mempermudah siapa saja untuk mengakses dan menyebarkan informasi dan pemahaman mereka. Hal ini harus kita waspadai bersama, karena jika tidak cermat dalam memilah dan memilah informasi, maka akan cepat terpengaruh oleh provokasi yang mereka sebarkan,” ujar Danrem.

Selain itu, Danrem juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mewaspadai bahaya laten komunis dan radikalisme, mengingat dampak yang ditimbulkan mengancam keselamatan dan kedaulatan bangsa dan negara.


Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan sosialisasi dan tanya jawab. [MR]