Guru Penjaskes PNS Diduga Cabuli Muridnya

Iklan Semua Halaman

.

Guru Penjaskes PNS Diduga Cabuli Muridnya

Minggu, 24 November 2019
Gambar Ilustrasi

Dompu, Berita11.com - Dunia pendidikan kini kembali tercoreng oleh ulah salah satu oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) di sebuah Sekolah Negeri Madrasah Ibtidaiah (MI) Kandai Dua, Kabupaten Dompu NTB.

Oknum guru berinisial MY ini, bukannya memberikan contoh yang baik dan etika disiplin serta ilmu dan pengetahuan kepada murid-muridnya, malah mempraktekkan prilaku yang biadab dan tak terpuji kepada salah satu murid perempuan kelas III, Bunga (Nama disamarkan) bocah berusia 8 tahun.

Atas aksi bejatnya itu, orang tua Bunga yang berdomisili di Desa Bara Kecamatan Woja melaporkan ke pihak Kepolisian Resor Dompu, Jumat (22/11/19) dengan Surat Tanda Bukti Lapor nomor: STBL/448.a/2019/NTB/Res.Dompu dengan prihal dugaan kasus pencabulan di bawah umur.

Menurut keterangan Bunga, sebagai mana yang dilansir dari Incinews.com bahwa korban diperlakukan senonoh oleh oknum guru olahraga itu, sehingga dibukakan celananya kemudian memasukan jarinya pada kemaluan bocah berusia 8 tahun itu.

Masih dilansir dari Incinews.com, Bunga mengaku aksi biadab oknum guru itu, selain dilakukan didalam ruangan sekolah lebih tepatnya diruangan kelas 3 A, juga dilakukan di dalam toilet sekolah setempat.

"Pada hari Senin lalu anak saya dipaksa oleh guru itu jalan-jalan ke Bendungan Mila. Ditempat itu anak saya mengaku di peluk-peluk dan dicium-cium oleh pelaku," cerita ibu korban mengutip dari pernyataan anaknya.

Setelah memberikan keterangan kronologis kejadian kepada penyidik Kanit SPKT I Kepolisan Resor Polres Dompu, korban pencabulan dan keluarga diarahkan penyidik untuk melakukan pemeriksaan medis serta dibuatkan visum et revertum di RSUD setempat, Jum'at malam.

Masih dilansir dari Incinews.com, Kepala SD-MIN, Dian Ekawati
S.Ag, yang dihubungi, Sabtu (23/11/19) membenarkan bahwa MY merupakan salah satu guru PNS yang mengajar mata pelajaran Penjaskes di sekolah setempat.

Soal dugaan tindakan pencabulan oknum guru terhadap siswanya itu, dirinya lebih memilih untuk tak mau berkomentar banyak. Pasalnya, dirinya sama sekali tidak tahu dan baru mendapatkan informasi atas kejadian tersebut.

Namun dirinya merasa sangat kecewa dan menyesalkan atas adanya kejadian itu. "Kalau ini benar tentu saya sangat saya sesalkan," tutur Dian Ekawati.

Dirinya menuggu hasil penyelidikan pihak Kepolisian Dompu sebagai dasar untuk bertindak. Jika benar bahwa yang bersangkutan melakukan tindakan tidak terpuji seperti yang dilaporkan. Maka dirinya tidak segan-segan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang ada di internal mereka dengan berkoordinasi dengan Kementerian Agama Dompu.

Sementara, Kanit IV PPA Polres Dompu Bripka Ismi Andri. N saat ditemui Berita11.com di ruang kerjanya membenarkan adanya laporan dugaan kasus pencabulan tersebut hanya saja pihaknya belum meneri laporan terkait persoalan itu untuk ditindaklanjut.

“Laporan kasus dugaan pencabulan itu memang sudah mesuk tapi kami belum menerima, intruksi dari atasan apalagi laporan itu baru kemarin,” ujar Kanit IV PPA, Sabtu (23/11) siang [NURIS]