BNI Salurkan KUR untuk Ratusan Petani Jagung di Dompu

Iklan Semua Halaman

.

BNI Salurkan KUR untuk Ratusan Petani Jagung di Dompu

Senin, 18 November 2019
Penerimaan KUR secara simbolis diberikan Bupati Dompu. Foto Poris Berita11.com 
Dompu, Berita11.Com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Kantor Cabang pembantu Dompu turut mendukung program pemerintah dalam mencapai swasembada pangan. 


Komitmen itu diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ratusan petani jagung di Kabupaten Dompu.

KUR Tahun 2019 telah disalurkan kepada 215 petani dengan total nilai kredit sebesar Rp.3,5 Milyar dimana pada kegiatan ini terdapat 100 petani yang secara serentak melakukan penandatanganan massal Perjanjian kredit KUR Tani Jagung.


Acara yang dilangsungkan di gedung PKK, Senin (18/11/2019) dihadiri Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin, Asisten I, Ir H. Moh. Rasyidin, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Ilham, SP, Kepala bagian Ekonomi Setda Dompu Sukarno, ST, Pemimpin BNI Cabang Bima, H. Muhamad Amir dan Pemimpin BNI Cabang Pembantu Dompu, Rahmat Hary.
 
Sesi foto bersama usai pemberikan KUR secara simbolis. foto Poris Berita11.com
Bupati Dompu Drs. M. Bambang M. Yasin dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan program yang diluncurkan BNI demi untuk mensejehaterakan masyarakat Kabupaten Dompu.

“Kami dari pihak pemerintah berharap fasilitas KUR dapat meningkatkan kesejahteraan atau secara lasngsung berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan,” imbuhnya. 

Sementara itu, H. Muhamad Amir mengatakan, bisnis model yang dibangun dalam penyaluran KUR Tani di BNI menggunakan system close loop transaction sehingga alur transaksi dari awal pencairan kredit hingga pembayaran hasil panen oleh Grain Trader selaku penanggung jawab dan pihak yang mengelola hal teknis terkait petani disalurkan melalui rekening Bank.

Tak hanya itu, masyarakat khususnya para petani dengan alur yang mudah dan biaya yang ringan sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan petani serta untuk menghapus ketergantungan petani dari jeratan rentenir.
 
Saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Foto Poris Berita11/Com
“Petani penerima KUR ini nanti wajib untuk menjual jagungnya kepada Grain Trader setelah hasilnya terjual, baru dilunaskan hutangnya baik pada BNI maupun di pengecer-pengecer pupuk, sisanya baru kita kembalikan ke petani dan apabila ada putaran tanam lagi, petani bisa pinjam lagi,” ujar H. Muhamad Amir.

Menurut Amir, besar pinjaman itu tergantung dari luas lahan termasuk komponen-komponen lainnya seperti biaya pupuk dan tenaga kerjanya.

Untuk alokasi KUR di tahun 2019 ini, Amir menambahkan, BNI luncurkan sebanyak Rp105 Miliyar, karena melampaui target, bulan November ini alokasi KUR ditambah Rp.20 Miliyar.

“Di bulan November tahun 2019 ini, kita ditambah Rp20 Miliyar buat penghujung tahun 2019 ini, dan ini cukup untuk petani di Bima dan Dompu,” bebernya.

Amir berharap, kemitraan antara masyarakat dengan BNI bisa berjalan lancar sebagai mana yang tertuang dalam visi nya yaitu menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja.

“Kami selaku perbankan, kemitraan ini kita jalin terus bank BNI sebagai perbangkan yang memiliki visi sebagai Bank pembangunan bersama petani di dalam membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat,” harapnya. [RIS]