Disnakeswan Dompu: Ternak Ruminansia Produktif tak Boleh Dipotong

Iklan Semua Halaman

.

Disnakeswan Dompu: Ternak Ruminansia Produktif tak Boleh Dipotong

Jumat, 29 November 2019
Kabid Agribisnis dan Usaha Peternakan Kabupaten Dompu, Imran, M.Si
Dompu, Berita11.Com - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu NTB menegaskan, bahwa ternak ruminansia betina yang berproduktif tidak boleh dilakukan pemotongan atau disembeleh.

Hal itu ditegaskan Kepala Disnakeswan Ir. Zainal Arifin melalui Kabid Agribisnis dan Usaha Peternakan Imran, M.Si
 saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (29/11/19) siang.

Menurut Imran, penegasan itu juga telah diatur dalam Undang-Undang pemerintah provinsi NTB dengan Nomor 1 Tahun 2015
 tentang pengendalian pemotongan ternak ruminansia besar betina produktif.

"Sapi betina yang mau dipotong harus betul-betul diperiksa oleh dokter hewan, apakah sudah tidak produktif lagi atau masih, jika sudah tidak lagi produktif baru bisa dipotong," jelas Imran.

Alasan pengendalian pemotongan ternak betina produktif itu, lanjut Imran, adalah merupakan sumber daya genetik untuk pengembangbiakan ternak yang harus dijaga kelestariannya dalam rangka mencukupi ketersediaan bibit.

"Selain untuk mencukupi ketersediaan bibit ternak ruminansia betina yang produktif, juga perlu dilakukan pencegahan dengan cara seperti itu,” ungkap Kabid Agribisnis dan Usaha Peternakan ini.

Tak hanya itu, Imran juga menghimbau terhadap warga dan pengusaha ternak yang ingin melakukan pengangkutan ternak besar atau ternak kecil keluar dari wilayah Kabupaten Dompu harus dibuatkan rekomendasi atau izin pengangkutan dari Disnakeswan setempat.

Hal itu juga, Imran menambahkan, telah dibuatkan peraturan daerah (Perda) melalui surat instruksi Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin Nomor 02 Tahun 2011 tentang larangan pengangkutan ternak melewati Kabupaten Dompu.

"Ternak yang berpindah tempat dari Kabupaten atau Kota harus dibuatkan izin atau rekomendasi secara resmi, begitu juga dengan ternak yang masuk atau yang melewati wilayah dompu harus lengkapi surat izin atau dokumentasi pengangkutan,” terang Imran. [RIS]