DLHK NTB Gandeng KPH Dompu Dorong Warga Tanam Pohon Hortikultura

Iklan Semua Halaman

.

DLHK NTB Gandeng KPH Dompu Dorong Warga Tanam Pohon Hortikultura

Kamis, 28 November 2019
Kasubbag TU KPH Ampang Riwu Muh. Zakir, S.Hut, usai memberikan keterangan pers. Foto Poris Berita11.Com.

Dompu, Berita11.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB menggandeng Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Dompu mendorong warga untuk bertanam bibit jenis tanaman holtikultura seperti durian, jeruk, rambutan, mangga, semangka, strawberry, sawo, dan lain lain.

Masyarakat didorong untuk bertanam pohon jenis hortikultura bukan hanya di lahan perladangan saja akan tetapi di tempat-tempat persawahan, di pingir jalan, lahan kosong seperti di halaman Sekolah, Desa bahkan di halaman rumah.

Kasubbag TU KPH Ampang Riwo Muh. Zakir, S. Hut mengatakan, bagi warga yang membutuhkan bibit, bisa mendatangi tempat persemaian yang terletak di Kecamatan Manggelewa tepatnya di Desa Soriutu, persyaratan pengambilan bibit cukup membawa KTP saja dan tidak dipungut biaya alias gratis.

“Kami meminta terhadap warga, sebelum musim hujan ini untuk bertanam tumbuh-tumbuhan hortikultura, kalau memang belum ada bibitnya, Kehutanan sudah siapkan secara gratis, persyaratannya hanya membawa KTP saja,” katanya.

Muh. Zakir menjelaskan, tujuan disuruh membawa KTP saat pengambilan bibit supaya KPH mengetahui tempat dan lokasi penanaman warga, dan di tahun berikutnya akan dilakukan evaluasi kembali apakah bibit yang ditanam itu hidup dengan sehat atau tidak.

“Semakin banyak masyarakat yang mengelola bibit itu, semakin banyak pula bibit yang disediakan oleh pemerintah melalui Kementerian LHK,” jelasnya.

Tak hanya itu, Muh. Zakir menghimbau untuk para petani yang telah menduduki lahan untuk segera bermitra dengan KPH, tujuan bermitra agar pihak KPH secepatnya melakukan verifikasi layak atau tidak dimitrakan. Dengan bermitra, ruang untuk membina warga tani bisa didapatkan secara utuh.

“Bagi yang sudah punya lahan yang sudah memiliki izin kemudian belum bermitra, segeralah bermitra dengan kami begitu juga dengan belum mengantongi izin, supaya kami secepatnya untuk melakukan verifikasi apakah layak atau tidak dimitrakan,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini Muh. Zakir menyarankan agar bagi warga tani berijin, bagaimana menfaatkan lahannya secara maksimal, jangan jadi petani musiman, ketika musim hujan masuk kelola lahan, habis panen pulang kemudian lahan tinggalakan lagi, hal itulah yang tidak diinginkan.

“Bagi petani yang memiliki izin, jadilah petani menetap dengan menanam pisang, sayur-sayuran, cabe atau pelihara ayam dalam lahannya, ketika mereka memelihara ayam pasti memelihara semua lahanya sehingga menetap di lahan itu sendiri,” terangnya. [NURIS]