Dobrak Rumah Petani, Polisi Amankan 34 Poket Sabu-Sabu, Airsoftgun dan Satu Poket Besar

Iklan Semua Halaman

.

Dobrak Rumah Petani, Polisi Amankan 34 Poket Sabu-Sabu, Airsoftgun dan Satu Poket Besar

Minggu, 17 November 2019
Petani Bandar Narkoba yang sudah Menjadi Target Operasi Digelandang Aparat Kepolisian. 

Bima, Berita11.com— Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bima yang dipimpin Kasat Reserse dan Narkoba, IPTU Wahyudin menangkap,  AR, petani 30 tahun, warga RT 004/002 Dusun Oi Kawa Desa Kore Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, Minggu (17/11/2019) siang. 
Polisi mengamankan barang bukti satu poket besar narkotika jenis sabu-sabu, 34 poket kecil sabu-sabu dan senjata pendek (airsoftgun) saat menggeledah rumah pria tersebut.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo S.I.K melalui Kasubbag Humas Polres Bima, IPTU Hanafi  menjelaskan, AR merupakan target operasi aparat kepolisian yang melaksanakan Operasi Antik Gatarin 2019.

Selain puluhan poket sabu-sabu, aparat juga mengamankan barang bukti lain berupa sebilah parang, gunting dan uang Rp1.690.000. Operasi Antik Gatarin 2019 yang dimulai pada Minggu, 17 November 2019 pada pukul 24.00 Wita, akan dilaksanakan selama dua pekan hingga 30 November 2019 mendatang.

“Adapun kronologis dalam penangkapan pelaku adalah berawal adanya informasi dari masyarakat dan dikaitkan dengan hasil dari penyelidikan sebelumnya, bahwa di Desa Kore terdapat seorang laki-laki yang mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu,” ujar IPTU Hanafi.

Dikatakannya, setelah memastikan informasi itu valid. Minggu siang, sejumah personel Satuan  Resnarkoba Polres Bima yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba IPTU Wahyudin melakukan upaya penangkapan.

“Sampai di TKP tim langsung mendobrak pintu rumah pelaku yang diamankan dengan disaksikan oleh masyarakat dan aparat desa. Setelah dilakukan penggeledahan dan berhasil menemukan barang bukti tersebut di atas,” ujarnya.
Setelah penangkapan, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Bima untuk proses hukum.

Kapolres Bima AKBP Gunawan Tri Hatmoyo S.I.K melalui Kasubbag Humas IPTU Hanafi  menjelaskan, walaupun Operasi Antik 2019 hanya ditargetkan satu kasus Target Operasi (TO) oleh Polda NTB dan diungkap oleh Polres Bima,  karena masih tersisa waktu operasi 13 hari lagi, pihaknya akan berusaha maksimal mengungkap pengedar (bandar) dan pengguna non target operasi.


“Karena pemberantasan pengedar dan pengguna Narkoba sudah merupakan komitmen  kami Polres Bima dan dalam pengungkapan kami sangat mengharapkan bantuan masyarakat  dengan memberikan informasi yang akurat kepada pihak kepolisian melalui  Call Centre 110,” imbaunya. [MR/AD]