Front Masyarakat Wera-Ambalawi Anti Tambang Gelar Aksi

Iklan Semua Halaman

.

Front Masyarakat Wera-Ambalawi Anti Tambang Gelar Aksi

Selasa, 26 November 2019
Ketegangan Massa Anti Tambang saat Menggelar Aksi Unjuk Rasa.

Bima, Berita11.com— Front Masyarakat Wera-Ambalawi Anti Tambang (FMW2AT) kembali menggelar aksi unjuk rasa meminta penghentian operasi perusahaan tambang pasir besi di Kecamatan Wera dan pembebasan tiga mahasiswa yang ditahan, Senin (25/11/2019) pagi.

Aksi yang dipimpin Raden Hartono diikuti puluhan orang. Massa menglaim, sesuai investigasi mereka, terdapat kerusakan lingkungan hidup dan kelestarian alam yang mengancam ekosistem di Kecamatan Wera dan Ambalawi Kabupaten Bima.

Massa juga menuding, meletusnya Gunung Sangiang karena pergeseran lempeng bumi karena adanya penggarapan pasir besi di dasar laut. Selain itu, aktivitas tambang dinilai menyebabkan krisis air bersih dan ancamanan kekeringan.

“Pasir habis karena (digunakan) bangun rumah dan lainnya. Karena sudah dijual habis oleh (perusahaan) pertambangan,” teriak Raden Hartono.

Menurutnya, aktivitas pertambangan juga menyebabkan gatal pada kulit, TBC karena debu-debu dari aktivitas dump truk yang melewati jalan serta keracunan dan penyakit pada anak. lantara bahan kimia tambang pasir besi.

Selain itu, aktivitas tambang pasir besi dinilai akan merusak lahan pertanian, persawahan dan tanaman-tanaman bawang, padi, jagung dan tanaman lainnya.

“Selain itu, akan terjadi tanah longsor yang sangat besar. Karena kekosongan isi tanah dan pasir di dalam perut bumi, karena telah sudah disedot keluar,” katanya.


Dalam aksinya massa memblokade jalan raya dan membakar ban. Aksi massa dikawal ketat sejumlah aparat. [MR]