Hadirkan Sekretaris Lembaga Layanan Dikti, STKIP TSB Gelar Kuliah Umum

Iklan Semua Halaman

.

Hadirkan Sekretaris Lembaga Layanan Dikti, STKIP TSB Gelar Kuliah Umum

Jumat, 08 November 2019
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si Menyampaikan Sambutan saat Kuliha Umum yang Digelar di Auditorium Kampus setempat, Jumat (8/11/2019).

Bima, Berita11.com—Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (STKIP TSB) menggelar kuliah umum, dengan menghadirkan Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Dikti) Wilayah II, Dr Nuril Furqan M.Pd. Kegiatan dilaksanakan di Auditorium Sudirman Kampus STKIP TSB, Jumat (8/11/2019).

Kuliah umum tersebut, merupakan cara kampus merangsang mahasiswa baru untuk mengenal pengetahuan baru. Tema yang diusung pada kegiatan tersebut, Guru Profesional Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.

Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si menjelaskan pemilihan teman kuliah umum yang digelar kampus setempat. 

“Kenapa mengangkat tema ini dan apakah kampus sudah berada di era 4.0? Ketika mendapat pertanyaan seperti itu, jawabannya adalah kami sedang menjalankan 4.0,” katanya saat menyampaikan sambutan saat kuliah umum di kampus setempat.

Dr Ibnu berharap,  lulusan Program Studi PGSD mampu menjadi motivator hebat dan guru yang profesional. Selain itu, diharapkan dosen mampu membimbing dengan baik dan bijak. “Mahasiswa adalah anak anak ideologis kita di kampus. Kalau di rumahnya masing masing, mereka adalah anak biologis orang tuanya,” ujarnya.

Dikatakannya, di beberapa tempat, kuliah umum dicari dan diburu, bahkan berbayar. Ia mengatakan, tugas mahasiswa adalah mencari sumber pengetahuan sebanyak-banyaknya. “Kuliah umum, seminar dan sejenisnya itu harus dicari. Karena selain ijazah, ada yang namanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Itu juga merupakan hal lain yang harus dikejar selain ijazah,” katanya seraya memaparkan capaian kampus setempat.

“Sudah dua tahun mahasiswa diberikan materi bimbingan Imtaq. Ke depan, kami ingin meningkatkan akreditasi B. Tidak banyak loh yang mampu mewujudkan akreditasi B pada usia enan tahun,” lanjutnya.

Pada kuliah umum tersebut, Dr. Nuril Furqan, M.Pd memaparkan arah perkembangan teknologi. Dikatakannya, pada tahun 2040 akan menjdi bonus demografi, sedangkan pada tahun 2050 menjadi tahap revolusi ekonomi ke-4. “Ini sesuai dan sejalan dengan visi STKIP Tamsis Bima,” ujarnya.

Dikatakannya, segala perjuangan dan program yang dilaksanakan selalu memiliki hasil. Walaupun tidak semua output harus memiliki outcome. “Dalam pembelajaran di era revolusi 4.0, harus open mind dan open mata hati. Secara praktis, prosesnya menjadi transfer of knowledge dan transfer of value,” paparnya.

Proses pembelajaran di era revolusi 4.0 memiliki lima kriteria. Yaitu, memanfaatkan internet, online, perkembangan digital, cyber dan kecerdasan buatan. Meski akan menggunakan kecerdasan buatan, namun posisi guru tetap tidak akan tergantikan. “Karena hanya guru yang mampu melakukan pendekatan sosiologis, psikologis dan saintifik,” tutupnya.

Kuliah umum dihadiri lebih kurang 160 mahasiswa dan dosen Prodi PGSD STKIP Taman Siswa Bima. [RD]