Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan di Desa Taropo, Plt Kades: Polisi Usut Hingga Tuntas

Iklan Semua Halaman

.

Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan di Desa Taropo, Plt Kades: Polisi Usut Hingga Tuntas

Rabu, 20 November 2019
Kepala Desa Taropo Rano Karno, S.Pd usai memberikan keterangan pers. Foto Nuris Berita11.com
Dompu, Berita11.Com - Plt Kepala Desa (Kades) Taropo Kecamatan Kilo Kabupaten Dompu NTB Rano Karno, S.Pd meminta pihak kepolisian agar mengusut tuntas kasus penganiayaan yang disertai dengan pengeroyokan terhadap korban Bahrudin warga desa setempat pada Minggu (17/11/2019) malam.

“Saya sebagai kepala desa sangat prihatin dengan kejadian penganiayaan secara bersama terhadap korban Bahrudin, untuk itu kasus ini perlu diusut tuntas,” ujar Kades Taropo Rano Karno di taman kota dompu, Rabu (20/11/19) sore.

Kades menjelaskan, peristiwa tragis dialami Bahrudin itu telah dilaporkan oleh ayah kandung korban yakni A.Rasul 62 tahun di Mapolres Dompu dengan laporan polisi Nomor: LP/433/XI/2019/NTB/Res.Dompu tertanggal 17 November 2019 dengan prihal penganiayaan dan pengeruyukan.

“Kasus itu sudah dilaporkan oleh pihak keluarganya, mudah-mudahan terduga pelaku mendapatkan hukuman setimpal sesuai perbuatan mereka,” pinta Rano Karno.

Berdasarkan informasi yang diperolah warga setempat, lanjut Kades, kejadian tersebut berawal dari korban mendatangi tempat mertuanya Nurmi, guna meminta anaknya untuk dimandikan karena istrinya sedang berada di Kalimantan.

Namun mertua korban bersih keras tidak ingin memberikan anak tersebut sehingga terjadi cekcok mulut antara korban dengan mertuanya dan saling tarik menarik anak tersebut.

Namun saat cekcok itu berlangsung, ternyata di dalam rumah mertuanya sudah ada beberapa orang warga Desa Mbuju, mendengar cekcok antara korban dengan mertuanya tiba-tiba keluar beberapa orang dalam rumahnya langsung melakukan pengeruyukan dan pemukulan terhadap korban.

“Saat cekcok, keluar dulu dua orang di rumah mertuanya, kemudian langsung dikeruyuk, dipukul bagian mukanya, tak lama kemudian keluar lagi seseorang inisial JM dengan senjata tajam langsung membacok korban dan korban berupaya menangkis dengan menggunakan tangan kiri sehingga tangan kiri korban terluka hampir putus,” uarai Kades.

Akibat kejadian itu, tangan kiri korban terpaksa mendapatkan jahitan sebanyak 17 kali dan diperkirakan tipis harapan untuk sembuh dan rencananya akan dilakukan amputasi (Potong)

“Saat ini korban sedang dirawat di RSUD Dompua dan terduga pelaku sudah diamankan baru dua orang, diperkiran ada lima orang yang keruyuk,” ungkapnya. [NURIS]