Kasus PKBM Milik Legislator Kabupaten Bima Digenjot, Polisi Agendakan Pemeriksaan Kabid PAUDNI

Iklan Semua Halaman

.

Kasus PKBM Milik Legislator Kabupaten Bima Digenjot, Polisi Agendakan Pemeriksaan Kabid PAUDNI

Kamis, 28 November 2019
Sejumlah Saksi Menghadiri Panggilan Unit Tipidkor Satuan Reskrim Polres Bima, Rabu (27/11/2019). Sejumlah Saksi Menuju Ruangan Unit Tipidkor. Foto US/ Berita11.com.

Kota Bima, Berita11.com— Aparat Unit Tipidkor Kepolisian Resor (Polres) Bima masih menggenjot penuntasan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama legislator asal Kecamatan Wera, dari Partai Gerindra, anggota DPRD Kabupaten Bima berinisial BY. 

Polisi memeriksa sejumlah saksi dan kembali mengagendakan pemeriksaan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bima, Chairunnas M.Pd.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bima Kota, IPTU Hilmi Manosoh Prayugo menyebutkan, pada Rabu, 27 November 2019 di Unit Tipidkor Polres setempat, polisi memeriksa lima tutor dan satu operator. Polisi juga kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap Kabid PAUDNI Dinas Dikpora Kabupaten Bima yang akan dilaksanakan di kantor Pemda Bima.

Polisi telah tiga kali mengirim surat kepada pejabat Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima tersebut. Bahkan surat yang dikirim Polres Bima kepada mantan Kepala SMPN 3 Woha itu menggunakan surat pengandtar dari Bupati Bima, yang ditembuskan kepada Sekda dan Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Bima. Namun pejabat tersebut tiga kali mangkir atas panggilan polisi

“Tapi yang bersangkutan juga tetap belum ada kabbar. Nanti renanannya mungkin kami akan agendakan periksa yang bersangkutan di kantor Pemda,” ujar IPTU Hilmi Manosoh Prayugo melalui Kanit Tipidkor, Rabu (27/11/2019).

Sejumlah saksi hadir memehuhi panggilan Satuan Reskrim Polres Bima didampingi legislator dari Partai Gerindra Kabupaten Bima, BY.

Hilmi mengungkapkan, polisi belum dapat melakukan pemanggilan paksa terhadap sejumlah saksi yang mangkir, karena status kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Namun Unit Tipidkor tetap berupaya mendapatkan keterangan-keterangan sejumlah saksi.

“Tentunya kita berharap yang bersangkutan juga koorperatif, supaya kasus ini bisa cepat selesai, bisa ada kepastian hukum. Apakah yang terjadi di PKBM itu memang ada pelanggaran hukum. Apakah terkait bantuan dari negara itu, sesuai petunjuk atau ada penyelahgunaan sesuai kewenangan yang mengakibatkan kerugian negara. Itu juga yang mau kita lihat, masih proses penyelidikan,” katanya.

Adapun berkaitan keterangan tutor dan warga belajar mengungkapkan, banyak WB PKBM Karoko Mas yang merupakan sudah tamat SMA, bahkan telah lulus S1. Hal itu akan didalami aparat kepolisian.


“Kanti kita lihat. Belum bisa kita sampaikan, karena masih terus penyelidikan.Tentunya akan kami kumpulkan semua, baik keterangan-keterangan yang kami dapat. Nanti kami pelajari. Kami sampaikan lebih lanjut,” katanya. [AD/US]