Kejutan BBGR, Bupati Bima Dihadiahi Lukisan, Camat Belo: Bukti Umi Dinda Melekat di Hati Rakyat

Iklan Semua Halaman

.

Kejutan BBGR, Bupati Bima Dihadiahi Lukisan, Camat Belo: Bukti Umi Dinda Melekat di Hati Rakyat

Kamis, 07 November 2019
Ekspresi Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE saat Diberikan Kejutan pada Pencanangan BBGR di Embung Roka Kecamatan Belo Kabupaten Bima.


Bima, Berita11.com— Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri SE mendapatkan kejutan saat menghadiri pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGR) di Embung Roka Kecamatan Belo, Selasa, (5/11/2019). Bupati tiba-tiba dihadiahi hitam putih bersama keluarganya oleh pengajar MIS Roka.

Pemberian lukisan tersebut oleh sang pengajar, mewakili masyarakat Desa Roka. Ketika itu, Bupati Bima hadir, didampingi Wakil Bupati H Dahlan M. Noer, Sekda Kabupaten Bima, sejumlah kepala OPD, Kabag di lingkup Setda Kabupaten Bima serta Camat Belo. Bupati merasa kaget ketika dihadiahi lukisan tersebut. suasana ketika itu, disertai haru para undangan yang hadir.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima, M. Chandra Kusuma, Ap mengatakan, lukisan tangan itu dibuat khusus guru pengajar di MIS Roka. “Atas nama masyarakat Desa Roka ia persembahkan buat Bupati Umi Dinda,” kata M Chandra melalui press release resmi Pemkab Bima, Rabu, (6/11/2019).

Dikatakannya, pemberian lukisan seperti itu bukan kali pertama dilakukan oleh guru yang mengajar mata pelajaran pendidikan keterampilan itu. Saat H Ferry Zulkarnaen ST menjadi Bupati Bima pun, ia pernah mempersembahkan lukisan hitam putihnya pada keluarga Istana Bima.

Kata Chandra, sesuai pengakuan sang guru, lukisan itu sudah disiapkan jauh sebelum pelaksanaan BBGR. Lukisan itu Bupati Bima beserta dua putra tercintanya Muhammad Putra Feryandi, S.Ip dan Dae Tama.

“Lukisan itu bukti bahwa kedekatan Bupati Umi Dinda dengan masyarakat, tidak ada batasnya dan masih sangat dekat,”kata Camat Belo Bambang Setiawan S.Sos menanggapi perihal penyerahan hadiah lukisan secara spotan oleh guru MIS Roka kepada Bupati Bima.

Menurut Bambang, Bupati Bima merasa senang bercampur haru. Bahkan tidak menyangka kalau lukisan yang dipersembahkan masyarakat Roka tersebut gambar dirinya bersama dua putra kesayangannya.

“Guru itu tidak mau menerima imbalan. Bupati sudah menawarkan untuk dibayar, tapi tidak mau. Ia hanya ingin menggantinya dengan hati dan itu bukti kalau Umi Dinda dengan masyarakat masih melekat,” katanya. [RD]