Kejari Dompu: Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rababaka Hampir Rampung

Iklan Semua Halaman

.

Kejari Dompu: Penyelidikan Dugaan Penyelewengan Dana Desa Rababaka Hampir Rampung

Sabtu, 09 November 2019
Isa Ansyori, SH saat berdialog dengan puluhan Massa aksi dari Samudra di aula Kejari Dompu, Rabu (6/11/19). Foto Poris Berita11.com

Dompu, Berita11.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Dompu tetap berupaya melakukan proses penyelidikan kasus dugaan penyelewengan penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2018/2019 yang dilaporkan warga Desa Raba Baka beberapa bulan lalu dan kini hampir rampung.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Dompu, Isa Ansyori SH menjelaskan, aduan masyarakat  terkait dugaan nyeleweng anggaran DD dan ADD diduga dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) setempat Tri Sutrisno sebelum akhir tahun 2019
 ini proses penyelidikannya diperkirakan akan selesai.

“Untuk tahap penyelidikan kasus ini tidak akan lewat tahun 2019
,” jelas Kasi Pidsus saat menanggapi tuntutan puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Serikat Pemuda Raba Baka (Samudra), pada Rabu (6/11/19) siang di aula Kejari setempat.

Menurut Isa Ansyori, dugaan penyelewengan ADD dan DD itu memang awalnya hanya lied Intel, setelah melakukan pemeriksaan akhirnya Intel menemukan ada unsur peristiwa pidana, kemudian dinaikan ke penyidik Pidsus. 

Penyelidikan Pidsus menemukan beberapa unsur pidana, salah satunya pidana kerugian negara. Jadi, yang menghitung kerugina negara tentu membutuhkan unsur lain yang berkompeten yakni Inspektorat.

Untuk itu, pihak Kejari Dompu berjanji akan mempercepat proses penyelidikan dan pihak Kejari Dompu meminta waktu untuk menangani perkara itu tanpa menunggu hasil penghitungan dari pihak Inspektorat.

"Yang menghitung kerugian negara ini adalah inspektorat dan kami tidak menunggu itu sebenarnya, kami tetap jalan, buktinya kami sudah memanggil pihak terkait (Kades, red) dan kami sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan," beber Isa Ansyori.

Sebelumnya, puluhan massa aksi Samudra melakukan orasi di depan kantor Camat Woja, sehingga dilakukan aksi penyegelan Kantor Camat.

Hal itu mereka lakukan atas bentuk dari kekecewaan mereka yang menurut mereka bahwa pihak Pemerintah Camat diduga ada konspirasi terstruktur masif dengan pihak Pemerintah Desa. [RIS]