Mantan Bendahara Desa O’o Selewengkan ADD, Kejari Dompu: Kades juga Bertanggungjawab

Iklan Semua Halaman

.

Mantan Bendahara Desa O’o Selewengkan ADD, Kejari Dompu: Kades juga Bertanggungjawab

Rabu, 13 November 2019
Kasi Intel Kejari Dompu, Ahmad Sulham, SH. foto ist

Dompu, Berita11.Com - Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu Ahmad Sulham, SH, menyebutkan, penyelewengan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) diduga dilakukan mantan bendahara Desa O’o Kecamatan Dompu Muhammad Khafez Al Azad tidak terlepas dari tanggungang jawaban Kepala Desa (Kades) itu sendiri.

“Bagaimanapun juga, dalam pengelolaan dana desa Kades tetap bertanggungjawab, anggarannya tidak bisa cair kalau tidak ditanda tangani Kepala Desa,” ungkap Kasi Intel Ahmad Sulham, SH di ruang kerjanya, Rabu (13/11/2019) siang.

Menurut Sulham, terkait kasus dugaan penyelewengan Dana Desa yang dilaporkan warga desa setempat sejumlah 19 item beberapa bulan lalu, pihaknya sudah menerima laporan dari warga setempat melalui lisan dan saat ini, pihaknya masih menunggu hasil audit dari Inspektorat.

“Karen masalah ini sudah dilaporkan masyarakat ke Inspektorat, maka dari itu kami masih menunggu hasilnya dari Inspektorat, karena saya yakin, hasil dari inspektorat itu betul-betul rill tanpa intimidasi dari pihak manapun,” kata Sulham.

Dikatakannya, dari hasil audit Inspektorat tentu jelas siapa yang berbuat tentu akan bertanggungjawab. “Katakan Rp100 juta penemuan, dari Rp100 juta itu, misalnya kepala desa tanggung jawabnya sekian nanti akan diuraikan di situ,” ungkapnya.

Saat ini, Sulham menambahkan, jika ditemukan unsur kerugian negara kemudian tidak disetorkan kerugian tersebut maka pihaknya mengambil tindakan sambil berkoordinasi dengan pihak Inspektorat.

“Jika ditemukan ada unsur kerugian negara kemudian tidak ada laporan hasil audit dari Inspektorat kami akan mengeluarkan Sprintug (Surat Perintah Tugas) guna melakukan wawancara dengan pihak desa sendiri guna mencari tahu siapa yang sebenarnya yang bermain,” tandasnya.

Sulham kembali menyebutkankan, pihaknya tetap berupaya secepatnya dalam menangani dugaan penyelewengan itu, namun tetap dalam komunikasi secara intens dengan pihak Inspektorat dan pihaknya akan memprioritaskan.

“Inspektorat juga tenaga auditnya terbatas, kami juga memakluminya, apalagi banyak desa-desa yang diaudit, makanya sedikit agak lama, yang penting hasilnya jelas,” terangnya. [RIS]