NTB Ibarat Surga di Bumi, ini Penjelasannya

Iklan Semua Halaman

.

NTB Ibarat Surga di Bumi, ini Penjelasannya

Jumat, 08 November 2019
Kegiatan Desa Benderang Informasi Publik (DBiP) di Hotel Lombok Raya, Mataram, Kamis (7/11/2019).

Mataram, Berita11.com— Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah saat diberikan kesempatan oleh Gubernur memaparkan program Zero Waste dan revitalisasi Posyandu pada acara gerakan menuju desa benderang informasi publik (DBiP) di Hotel Lombok Raya, Kamis (7/11/2019), mengajak para kepala desa seluruh warga NTB untuk mensyukuri karunia keindahan alam NTB.

“Banyak pihak yang mengatakan NTB ini sangatlah indah. Alam dan lingkungannya sangat kaya dan beragam. Saking indahnya, ibarat surga yang ada di Bumi,” tegasnya.

Namun di tengah keindahan itu, kata Wagub,  kita seringkali lalai memperlakukan alam. Sehingga sungai, laut, selokan dan lingkungan sekitar kita masih banyak dijejali dengan tumpukan sampah, terutama sampah plastik yang sangat sulit diurai.

Oleh karena itu, Wagub berharap agar setiap desa dibentuk bank sampah. Para kepala desa dihaarapkan menggerakkan seluruh warganya, agar mulai membiasakan diri dengan gerakan memilah sampah dari rumah. “Memilih dan memilah sampah organik dan sampah plastik. Kemudian sampah-sampah itu dapat disalurkan dan dijual di bank sampah, sehingga mendatangkan berkah bagi masyarakat,” pintanya.

Berkaitan keberadaan bank sampah, Wagub Umi Rohmi, menjelaskan, saat ini sudah banyak desa yang antusias dan berhasil mengelola bank sampah. Seperti Desa Dorokobo Dompu dan banyak lagi desa lain di seluruh pelosok NTB. 

Ia meminta para kepala desa dapat belajar dari desa-desa yang telah berhasil itu. Juga memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Karena dapat belajar banyak tentang teknik-teknik pengolahan sampah dari internet, website atau media sosial.

“Saat ini kita sudah memiliki tidak kurang dari 500 bank sampah. Pengelolaan bank sampah itu terus dioptimalkan,” katanya.

Selain itu, Wagub juga meminta pemerintah desa untuk mengaktifkan kegiatan Posyandu keluarga yang ada setiap dusun dan desa. Ke depan, kegiatan Posyandu, menurut Umi Rohmi tidak hanya sebagai tempat layanan kesehatan saja. Tetapi juga menjadi tempat menyelesaikan beragam persoalan sosial. Seperti buruh migran illegal, persoalan Narkoba, remaja, Lansia, perkawinan dini serta persoalan sosial lainnya.

Wagub menjanjikan Pemerintah Provinsi NTB bersama Kabupaten/kota dan kecamatan, akan menfasilitasi pembinaan dan penyiapan kader-kader yang memiliki keterampilan.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi (KI) NTB, Hendriadi SE, ME mengatakan, kegiatan Gebiar GBiP dan Gerakan Bersama Layanan Dasar dan Desa menuju Benderang Informasi Publik merupakan puncak dari seluruh kegiatan yang dilakukan KI NTB. Kegiatan itu lanjutnya, menghadirkan tidak kurang dari 1.500 Badan Publik se-NTB yang terdiri dari 303 kepala sekolah dan 158 kepala Puskesmas dan 1.100 kepala desa dan lurah.

“Kegiatan ini bertujuan membumikan keterbukaan informasi. Desa, sekolah, Puskesmas merupakan lembaga yang paling dekat dengan informasi,” tandasnya.

Ia berharap, gerakan layanan dasar dan desa menuju DBIP dapat mendorong masyarakat untuk lebih terbuka pada informasi yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga, NTB Gemilang dapat terwujud dengan baik.

Ketua Bidang Sosialisasi Edukasi Advokasi KI Pusat, Wafa Patria Uma, mengatakan kehadiran masyarakat dalam gerakan layanan dasar dan desa menuju DBIP merupakan wujud komitmen dan dukungan terhadap keterbukaan informasi. Sebab, hak masyarakat untuk tahu merupakan layanan dasar, selain pendidikan dan kesehatan.

Dengan keterbukaan informasi lanjutnya, akan banyak permasalahan yang bisa diselesaikan. Seperti permasalahan kesehatan dan pendidikan. “Desa dapat membuat PPID sendiri, sehingga desa mempunyai hak untuk urus diri sendiri,” jelasnya.


Karena itu, KI dapat memberikan panduan tentang layanan informasi publik serta memberikan hak masyarakat untuk mengakses informasi. “Informasi bisa mencerdaskan bangsa dan mensejahterakan masyarakat. Gerakan bersama layanan dasar adalah upaya maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kesehatan dan pendidikan,” pungkasnya. [ED/ RD]