Oknum Guru SMK Negeri PP Kota Bima Diadukan Orang Tua Siswa ke Polisi

Iklan Semua Halaman

.

Oknum Guru SMK Negeri PP Kota Bima Diadukan Orang Tua Siswa ke Polisi

Selasa, 12 November 2019
Tugu papan nama SMK PP Negeri Bima
Bima, Berita11.com - Seorang guru SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SMKNPP) Kota Bima Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota berinisial FR, S.Pd diadukan orang tua siswa ke polisi, Senin (11/11/2019) siang.

Pasalnya, pengajar tersebut diduga telah melakukan kekerasan terhadap putranya yang merupakan siswa kelas 1 A Tegar Adiof Prasetyo 16 tahun, hingga berdarah dan mengalami patah tulang bagian hidungnya, pada Kamis (7/11/2019) siang pekan lalu.

Laporan pengduan yang diajukan orang tua siswa yakni Iwadin, S.Pt itu telah teregistrasi dengan Nomor B/145/XI/2019/Sek. Asakota tertanggal 11 November 2019 dengan prihal penganiayaan.

Iwadin saat ditemui Berita11.com di taman kota dompu mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan merasa kecewa terhadap tindakan oknum guru yang telah melakukan kekerasan terhadap putranya.

“Saya sebagai orang tua tentu merasa kecewa atas sikap guru yang katanya hanya melakukan pembinaan sampai berdarah dan terluka, kalau memang pembinaan cukup di bawah kakinya saja lah, mungkin nggak masalah, tapi ini dipukul bagian atas muka,” tudingnya, Senin (11/11) malam.

Menurut Iwadin, kejadian itu berawal dari putranya Tegar saling menatap dengan teman sekolahnya sehingga diajak berkelahi, lantaran anaknya tidak mau berkelahi, tiba-tiba oknum guru tersebut datang dan melakukan pemukulan terhadap putranya sebanyak tiga kali di bagian muka sehingga babak belur.

“Kejadian itu, pada hari Kamis, hari Jumat sore dia balik ke rumah, dan melihat mukanya sudah benjol dan babak belur, akhirnya saya tanya, dipukul sama gurunya, kemudian saya langsung menelpon salah satu gurunya, katanya saya disuruh ke sekolah hari Senin (11/11) dan anak saya dikeluarkan di sekolah itu pun saya terima,” jelas dia.

Semantara itu. Kepala SMKPP Negeri Bima saat di-sms dan dihubungi wartawan Berita11.com melalui via telpon genggam dengan nomor 081339507XXX, Senin (11/11) malam sekira pukul 20.35 Wita tidak membalas SMS dan mengangkat telpon. [RIS]