Para Petani Ladang Diharapkan untuk Tanam kembali Pohon Pelindung

Iklan Semua Halaman

.

Para Petani Ladang Diharapkan untuk Tanam kembali Pohon Pelindung

Senin, 25 November 2019
Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin. Dok. Poris Berita11.com
Dompu, Berita11.com - Hutan di kawasan Kabupaten Dompu hampir semuanya terlanjur rusak, begitu juga dengan pohon-pohon penyanggah mata air telah dibabat. Untuk itu, diharapkan terhadap para petani ladang untuk menanam kembali pohon-pohon pelindung.
  
Hal itu disampaikan Bupati Dompu Drs. H. Bambang M. Yasin (HBY) saat menghadiri acara Do,a Syukuran Korps Brimob Polri ke-74 yang berlangsung di Mako Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor, pada Senin (18/11/2019).

Menurut HBY, dengan adanya pohon-pohon pelindung, para petani ladang bisa dimanfaatkan sebagai tempat berteduh disaat cuaca panas atau disaat hujan.

Tak hanya itu, permintaan itu berdasarkan kesepakatannya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK-RI), bahwa hutan-hutan yang sudah terlanjur rusak itu akan mulai diperbaiki kembali.

“Kami sudah ada kesepakatan dengan Kementerian LHK bahwa, hutan-hutan yang sudah terlanjur rusak ini akan kita urus, kita akan melakukan hal-hal yang dibenarkan oleh aturan dan undang-undang, yang bisa diswakelolah oleh masyarakat dengan status hutan sosial,” ujar HBY

“Hutan kemitraan dan sebagainya akan kita urus, yang tidak bisa memenuhi syarat teknis akan di reboisasikan dan penghijauan kembali itu yang akan kita jalankan pada waktu yang akan datang,” sambungnya.

Dikatakannya, pemerintah dihadirkan untuk mengurus rakyat atau masyarakat, jika ditemukan hal yang negatif, itu bagian dari tugas pemerintah untuk menanganinya, seperti halnya untuk menangani hutan yang sudah terlanjur rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kita akan menangani hutan - hutan ini secara berkelanjutan, dan hutan yang sudah terlanjur digundulin ini mari mulai kita bersama-sama untuk melakukan penanaman kembali pohon - pohon yang sudah terlanjur rusak ini,” himbau HBY. [RIS/ADV]