Pemkot Bima Gelar Maulid, Wali Kota Jelaskan Komitmen Terhadap Masjid Raya dan Sektor lain

Iklan Semua Halaman

.

Pemkot Bima Gelar Maulid, Wali Kota Jelaskan Komitmen Terhadap Masjid Raya dan Sektor lain

Minggu, 24 November 2019
Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE Menyampaikan Sambutan pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 Hijriah, Sabtu (23/11/2019) Malam.

Kota Bima, Berita11.com— Pemerintah Kota (Pemkot) Bima melaksanakan maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah pada Sabtu, (23/11/2019) malam. Kegiatan dilaksanakan di kediaman Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE.

Pada momentum ini, Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE menjelaskan komitmen Pemkot Bima terhadap pembangunan Masjid Raya Al Muwahiddin Kota Bima dan pembangunan karakter serta komitmen pengembangan sektor lain dalam rangka mendorong perekonomian Kota Bima.

“Kita bersyukur diberikan nabi akhirul zaman. Pemkot Bima mencanangkan maulid nabi, tidak hanya seremonial dan begitu juga hari hari besar lain yang dilakukan PHBI. Pada intinya, hari-hari besar ini, sebagai bentuk syukur kita sebagai umat muslim,” kata Wali Kota Bima di hadapan ratusan pejabat lingkup Pemkot Bima, masyarakat, alim ulama, anggota legislatif yang hadir.

Ditegaskannya, Pemkot Bima di bawah kepemimpinan Lutfi-Feri berkomitmen melaksanakan program yang telah dicanangkan atau visi misi. Di antaranya visi-misi sejahtera, transparansi, aman, ramah dan agamais. “Kenapa agamais menjadikan ujung dari semua, menjadi tujuan yang akan kita raih? Ini dilakukan pemerintah Lutfi-Feri," ujarnya.

Mantan anggota DPR RI ini menjelaskan, Pemkot Bima kembali mengucurkan alokasi anggaran untuk masjid raya dari sebelumnya Rp10 miliar menjadi Rp20 miliar. Ditegaskannya, Pemkot Bima komit atas pembangunan masjid raya.Sebelumnya hal itu tertunda karena kendala-kendala administrasi. Tetapi sesungguhnya anggaran itu masih ada, bukan disalahgunakan oleh Wali Kota Bima.

“Akhirnya kita luncurkan kembali anggaran 10 miliar di tahun 2020 menjadi 20 miliar. Target Pemkot Bima bukan memberikan 30 miliar, tetapi 36 miliar. ini sebagai bentuk komitmen Pemkot Bima bahwa masjid raya menjadi ikon masyarakat Kota Bima. Rasanya tidak hanya masjid raya, masjid-masjid yang ada kita berikan dukungan, Semua yang kita canangkan dalam visi misi kita laksanakan. Instrumen MUI, komitmen pemerintah dengan memberikan anggaran satu miliar,” katanya.

Dijelaskan H Lutfi, alokasi anggaran dan perhatian Pemkot Bima untuk eksistensi MUI tidak hanya untuk kegiatan ceramah, namun lebih dari itu. Diharapkan mendoronng pembentukan karakter, sisi agamai warga Kota Bima, dengan menyisipkan materi materi lewat khatib- khatib di masjid. Khatib diarahkan menyisipkan pesan moral, termasuk di dalamnya tentang zakat dan infak.

Selain itu, Pemkot Bima melalui MUI juga akan membuat buletin khutbah yang berisi penjelasan tentang program keagamaan, zakat dan infak.

“Kita ingin ada program ini di Kota Bima. Belum ada model di daerah manapun, saya ingin Kota Bima menjadi satu-satunya kota yang dibuatkan bulletin khutbah yang seragam di semua masjid. Saya yakin masyarakat kita kalau mendengar khutbah dia mengatuk. Dia dapat membawa buletin. Kita juga melaksanakan festival zakat yang akan dilaksanakan BAZNAS, memberikan dan membagikan zakat kepada masyarakat,” paparnya.

Pada sisi lain musik bercorak Islam (marawis) mulai diterima pada kalangan muda. Upaya itu adalah salah satu cara menguatkan karakter masyarakat untuk memuji Allah SWT dan mengedepankan sisi agamais.

“Demikian juga perilaku. Penceramah penceramah memberikan pemahaman Islam yang kaffah. Perjalanan yang terberat Rasulullah adalah perjalanan mengubah ahlaq. Satu tujuan manusia di bumi ini, jawabannya sebagai khalifah di muka bumi ini, merawat muka bumi ini. Budaya yang lahir di Kota Bima tidak terlepas dari nafas nafas islam. Karena sejarahnya dari Kesultanan Bima," ujarnya.

Wali Kota Bima juga menjelaskan komitmennya, membuat program yang transparan, melalui sistem yang terbuka, melalui command center. “Walaupun anggaran besar, Rp10 miliar. Tapi akan membuat masyarakat, keluhan-keluhan masyarakat, rakyat akan dilihat langsung wali kota. Jangan sampai kita beritakan RT RW tanpa sarana. Maka waktu demi waktu kita memperbaiki sistem yang ada,” ujarnya.

H Lutfi juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Banyuwangi. Ketika itu masih berstatus mahasiswa. Daerah itu hampir sama dengan Bima. Awalnya semrawut dan kotor selokannya.

“Lalu saya tanya bupati mengubah selokannya bersih. Jangan perilaku masyarakat diubah, tapi perilaku birokrasinya. Kalau masyarakat memiliki kepercayaan terhadap pemerintah. Semuanya menggerakkan sektor ekonomi, ada wisata halal, selokannya bersih, tidak ada barang khamar. Sama dengan di Bima, hanya saja Perda kita tidak diberlakukan, banyak masyarakat memperjualbelikan Miras. Makanya Banyuwangi dengan bangganya tanpa khamar, bisa dengan kebersihannya," katanya.

Sejumlah Tokoh Agama, Para Pejabat dan Masyarakat Mengikuti Maulid Nabi Muhammad SAW yang Digelar di Kediaman Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE, Sabtu (23/11/2019) Malam.
“Kota Bima juga elok, dengan keindahan teluknya, menjaga lingkungan (penting). Budaya kita harus tanamkan dari generasi pelajar,” tambahnya.

Maulid Nabi Muhammad SAW juga dimeriahkan penampilan group marawis dan jawara haflah dari Kota Bima.

Kegiatan dihadiri, di antaranya Ketua PHBI Kota Bima, pimpinan Ponpes Al Husaini, H Ramli M.Ap, Wakil Wali Kota Bima, Ferry Sofian SH, Ketua PKK Kota Bima, Hj Ellya HM Lutfi, Sekda Kota Bima, Drs H Muhtar Landa MH, pimpinan DPRD Kota Bima, sejumlah kepala OPD lingkup Kota Bima, Ketua FKUB Kota Bima, Ketua MUI Kota Bima, Kasdim 1608/Bima, Mayor Inf. Hardani, tokoh agama, tokoh pemuda, GP Anshor Kota Bima dan sejumlah OKP. [AD]