Pers Diintimidasi, Ketua MOI Dompu: Wajib Kita Lawan

Iklan Semua Halaman

.

Pers Diintimidasi, Ketua MOI Dompu: Wajib Kita Lawan

Sabtu, 23 November 2019
Rapat terbatas anggota MOI Kabupaten Dompu. Dok. Poris Berita11.Com

Dompu, Berita11.Com - Dengan adanya dinamika yang terjadi maupun intimidasi terhadap pers (wartawan dan media) terutama dialami pers yang tergabung dalam perhimpunan Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Dompu NTB wajib untuk kita lawan.

“Kalau ada yang intimidasi kita lawan, bukan jamannya lagi wartawan diteror, diintimidasi, dikriminalisasi, kalau berkaitan dengan karya jurnalistik, tulisan dan pemberitaan ada mekanismennya,” tegas ketua MOI Kabupaten Dompu Sarwon Al Khan, S.Sos saat rapat terbatas di Sekretariat MOI di Jalan Lele Kelurahan Bali Kecamatan Dompu, Sabtu (20//11/2019) malam.

Pria yang sudah puluhan tahun menggeluti dunia jurnalistik ini, dengan tegas meminta terhadap semua pihak agar jangan pernah melakukan intimidasi terhadap pers, karena bagaimana pun juga, pers adalah pilar keempat pembangunan Bangsa Indonesia.

“Pers memiliki kewajiban moral, jadi apa yang dilihat, selama itu dapat membangun kemajuan bangsa maupun hal-hal lainnya, bebas melakukan koreksi melalui tulisan, jadi tidak boleh diintimidasi,” ujar pria dengan sapaan akrab Om Won ini.

Menurut pria kelahiran Bima 1973 ini, Pers sebagai pilar keempat dari pembangunan Bangsa Indonesia dan memiliki peran strategis yang sama dengan tiga pilar yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Karena mitra wajib kita memberikan koreksi terhadap pembangunan yang salah dan di situlah kita saling mengingatkan antara satu sama lain,” bebernya.

Dikatakannya, dalam menjalankan tugas, pers dilindungi Undang-undang pers yang didasari kode etik dan nurani. Om Won menambahkan, dunia jurnalistik adalah dunia kata-kata, yang berkaitan dengan kata-kata harus diselesaikan dengan kata.

“Klarifikasi tulisan juga harus diselesaikan dengan tulisan, jika ada yang salah melalui pemberitaan sebelumnya, harus diluruskan dengan tulisan pemberitaan kelanjutannya,” urai Sarwon. [RIS]