Polisi Panggil Kades dan Sekdes Woko Soal Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan RAB

Iklan Semua Halaman

.

Polisi Panggil Kades dan Sekdes Woko Soal Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan RAB

Minggu, 17 November 2019
Gambar Ilustrasi
Dompu, Berita11.Com - Penyidik unit 1 (Pidum) Sat. Reskrim Polres Dompu, pada Jumat (16/11/2019) telah mengeluarkan surat pemanggilan untuk Kepala Desa (Kades) Woko Muhtar Idrus dan Sekertaris Desa (Sekdes) Hendra Yani.

Hal itu dilakukan terkait kasus dugaan pemalsuan tanda tangan program Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam program pembangunan Kantor Desa setempat tahun anggaran 2017 lalu melalui dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang dilaporkan salah satu aktivis Irwan warga setempat.

Surat pemanggilan tersebut telah teregistrasi Nomor B/741&742/XI/2019/Sat.Reskrim dan diminta kehadirannya besok Senin 18 November 2019 dengan prihal permintaan keterangan atas rujukan pada surat pengaduan pada tanggal 14 November 2019 beberapa hari lalu.

"Program itu tahun 2017, kami tahu kemarin tahun 2018, kemudian kami menggali dan menemukan bahwa tanda tangan kader tekhnik itu dipalsukan oknum pemerintah desa Woko," ujar pelapor Irwan.

Menurut Irwan, pihak kader tekhnik ini memiliki SK (Surat Keputusan) legalstending yang jelas diberikan pemerintah Desa Woko atas nama Rahman Manaf malah tidak tahu atas persoalan itu.

"Tanda tangan yang dibubuhkan dalam RAB pembangunan desa Woko tidak diketahui oleh Rahman Manaf, kuat dugaan kami bahwa tanda tangan itu sengaja dipalsukan oleh pemerintah desa" beber Iwan.

Iwan menyebutkan, meskipun kantor desa telah usai dibangun, akan tetapi secara kasat mata tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan.

Tak hanya itu, yang membuat dirinya kecewa atas kinerja pemerintah desa setempat tidak pernah libatkan kader tekhnik yang sudah terlatih dan memiliki peran fungsi dalam hal itu.

"Anggarannya lebih dari Rp500 juta, semua program pembangunan itu tidak dilibatkan kader tekhnik dan semua progresnya mulai dari administrasinya hingga belanja bahan-bahannya semua tanda tangan dipalsukan," terang dia. [NURIS]