Polres Bima Musnahkan Sabu-sabu, Barang Bukti Transaksi Kurir Bandar dari Dompu

Iklan Semua Halaman

.

Polres Bima Musnahkan Sabu-sabu, Barang Bukti Transaksi Kurir Bandar dari Dompu

Selasa, 26 November 2019
Kasat Reserse Narkoba Polres Bima, IPTU Wahyudi Didampingi Petugas Kejaksaan Negeri Bima saat Melaksanakan Pemusnahan Barang Bukti Sabu-sabu di Ruang Tambora Polres Bima, Selasa (26/11/2019). Foto Ahmad/ Berita11.com.

Bima, Berita11.com— Kepolisian Resor (Polres) Bima melaksanakan pemusnahan barang bukti sabu-sabu, hasil kejahatan kurir bandar Narkoba dari Dompu yang ditangkap di depan RSUD Sondosia Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima beberapa waktu lalu. Pemusnahan dilakukan Kapolres Bima, AKBP Gunawan Tri Hadmoyo, S.I.K yang diwakili Kasat Reserse Narkoba, IPTU Wahyudi, Selasa (26/11/2019).

Pemusnahan barang bukti sabu-sabu atas perkara peredaran gelap narkotika jenis sabu-sabu pada Kamis, 31 Oktober 2019 di Jalan Raya Lintas Bima-Sumbawa depan RSUD Sondosia, dilaksanakan di Ruang Tambora Polres Bima sekira pukul 10.00 Wita.

Kasat Reserse Narkoba Polres Bima, IPTU Wahyudi, menjelaskan, pemusnahan barang bukti berdasarkan surat ketetapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Bima, tanggal 11 November 2019.

Adapun identitas tersangka perkara tersebut, Emi Mulyani (40 tahun), lahir di Soro, 01 Juli 1979, jenis kelamin perempuan, pendidikan terakhir SMA dan pekerjaan ibu rumah tangga, beragama Islam. IRT tersebut merupakan warga RT 02 /01 Desa Soro Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu.

“Barang bukti yang dimusnakan di Ruang Tambora Polres Bima satu bungkus sabu-sabu berat total 98,23 gram dengan rincian satu bungkus plastik klip kecil yang diduga narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih 97,73 gram. Disisihkan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat bersih 0,10 gram untuk keperluan Balai Besar POM Mataram,” katanya.

Dijelaskannya, selain itu, disishkan sabu-sabu berat bersih 0,10 gram untuk keperluan pembuktian di persidangan. Sisanya 98,03 gram dimusnahkan di hadapan media yang disaksikan langsung oleh pengacara Emi Mulyani di Ruang Tambora Polres Bima.

IPTU Wahyudi menyebutkan, penangakan kasus tersebut sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) junto pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Republik Indonesia tentang narkotika dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, membeli, menjadi perantara, jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika gologan 1.

“Sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dipidana dengan penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun, sedangkan ayat (2) dipidana paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun, bisa dipenjara seumur hidup dan hukuman mati,” jelasnya. [AD]