Setelah MoU, Kampus STKIP Tamsis Bima Dikunjungi Profesor dari Filipina

Iklan Semua Halaman

.

Setelah MoU, Kampus STKIP Tamsis Bima Dikunjungi Profesor dari Filipina

Selasa, 12 November 2019
Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun M.Si dan Para Dosen Foto Bersama Prof Dr Jose M Nuefo dari Our Lady of Fatima University of Filipina, Selasa (12/11/2019).

Bima, Berita11.com— Visi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Sisswa Bima menuju internasional bukan isapan jempol belaka. Setelah menandatangani nota kesepahaman (Momerandum of Understanding/MoU) dengan OurLady of Fatima University Valenzuela, Filipina dan Arrelano University, Manila,Filipina, kampus STKIP Tamsis Bima dikunjungi guru besar dari negara tersebut, Prof Dr Jose M Nuefo, Selasa (12/11/2019).

Sebelumnya, tiga kampus tersebut telah mendatanganani nota kesepahaman September 2019 lalu, menyusul konferensi se-Asia Pasifik di Mataram, belum lama ini.  Pada kunjungan ini,  Prof Jose M Nuefo menjelaskan tentang tipologi mahasiswa abad 21, menghadapi revolusi industri 4.0.

Selain itu, membahas trik, teknik publikasi scopus dan juga rencana pertukaran mahasiswa. “Kegiatan yang dibangun hari ini merupakan bukti implementasi MoU antara Our Lady of Fatimah University dan Arrelano University dengan kampus kami, STKIP Tamsis Bima,” ujar Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun Sudirman M.Si melalui siaran pers yang dkirim ke media, Selasa (12/11/2019).

Ibnu mengisyaratkan, pada masa mendatang, akan dibangun kerja sama sejumlah bidang antara kampus setempat dengan dua kampus di Filiphina itu. Terutama publikasi dan pertukaran mahasiswa.

Dikatakannya, banyak hal yang dibahas antara pihaknya dan mitra kampus itu. Selain obrolan antarpimpinan, kampus STKIP Taman Siswa, juga menyelenggarakan dua kegiatan level internasional dalam satu waktu.

“Nama kegiatannya, Internasional Expert Lecturer, dengan tema Empowering Literacy in Milenial Era dan Enhancing International Researh and Publication. Jadi, kegiatan dibagi dua, ada yang untuk dosen dan ada yang untuk mahasiswa,” ujar doktor jebolan Univesitas Indonesia ini.

Kegiatan yang diikuti dosen, diisi Prof Dr Jose M Nuefo dari Our Lady of Fatimah University of Filipina, sedangkan untuk mahasiswa diisi oleh, Dr Berrnard Umbay Ebuan RMT MSMT MAED dari Arrenalo University of Manila, Filipina.

“Dr Berrnand menjelaskan tentang tipologi mahasiswa di abad 21 menghadapi revolusi industri 4.0, sedangkan Jose, menyampaikan tentang teknik publikasi ilmiah dan riset. Kedua pengetahuan itu sangat penting untuk meningkatkan kualitas dosen dan mahasiswa dalam mewujudkan visi go internasional,” kata Ibnu.

Sebagaimana rencana yang telah dirancang kampus setempat dan dua kampus mitra itu, tahun 2020 mendatang akan menggarap program pertukaran mahasiswa dan kunjungan dosen ke kampus mitra di Filipina.

Hal yang juga menjadi atensi berkaitan riset bersama antara kampus merah dengan kampus mitra dari Filipina itu. “Kita setahap menuju gerbang sukses wujudkan visi sekarang. Apalagi kalau riset bersama itu berjalan, tentu saja misi sudah dianggap sukses,” pungkas Ibnu. [RD]