Tambora Geger, Pria Tertancap Panah di Leher Ditemukan Meninggal

Iklan Semua Halaman

.

Tambora Geger, Pria Tertancap Panah di Leher Ditemukan Meninggal

Jumat, 08 November 2019
Proses Indentifikasi Lokasi Sekitar Penemuan Mayat.

Bima,Berita11.com— Situasi Dusun Dorombolo, Desa Oi Panihi Kecamatan TamboraKabupaten Bima tetiba geger. Pria yang diidentifikasi Supardi (58 tahun), warga trans SP 6 Oi Panihi Tambora asal Lombok ditemukan tak bernyawa dengan panah yang masih tertancap di lehernya, Jumat (8/11/2019) pagi.

Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo S.I.K melalui Kasubbag Humas Polres Bima, IPTU Hanafi menjelaskan, korban merupakan warga trans asal Kabupaten Lombok Tengah dan sudah berdomisili di Desa Oi Panihi selama delapan tahun.

Dikatakannya, kronologi penemuan mayat, bermula sekira pukul 07.30 Wita, ketika Muhdin, saksi yang merupakan kakak kandung korban, hendak mencari air sumur di pekerangan rumah korban.

“Sampainya di sana, saksi kaget melihat korban dalam posisi rebah di lantai depan pintu kamarnya. Selanjutnya saksi langsung menghampiri korban dan dilihat korban sudah dalam posisi kaku dengan panah menancap di leher bagian kanan,” ujar IPTU Hanafi.

Selanjutnya, saksi berteriak meminta tolong sambil berlari menuju rumah terdekat. Namun sampai di bahu jalan, saksi terjatuh dan rebah di jalan. Hal tersebut disaksikan Rasan dan selanjutnya saksi lainnya, Muhdim mengajak Rasan ke rumahnya. Tidak berselang lama Rasan menuju TKP dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepala Dusun Dorombolo.

Dijelaskan IPTU Hanafi, setelah menerima informasi sekira pukul 08.30 Wita, Kapolsek Tambora, IPDA Nurdin langsung menuju TKP bersama anggota melaksanakan pengamanan dan olah TKP awal, sambil menunggu anggota Satuan Reskrim dan Unit Inafis  Polres Bima.

Kapolres Bima AKBP Bagus S. Wibowo S. Ik melalui Kasubbag Humas IPTU Hanafi,  menjelaskan, saat ini anggota Reskrim dan Unit Inafis Polres Bima masih berada di TKP guna olah TKP dan mengumpulkan barang bukti serta menggali dan mencari keterangan saksi-saksi.


“Untuk sebab akibat dari kematian korban tersebut belum dapat disimpulkan, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter (visum) atau hasil autopsi, bila keluarga korban mengijinkan (tidak keberatan) dan kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” jelasnya. [MR]