Tingkatkan Hubungan Ekonomi dan Perdagangan, Menteri Peter Tinley Berkunjung ke Indonesia

Iklan Semua Halaman

.

Tingkatkan Hubungan Ekonomi dan Perdagangan, Menteri Peter Tinley Berkunjung ke Indonesia

Selasa, 05 November 2019
Menteri Peter Tinley. Foto Ist.

Jakarta, Berita11.com— Menteri Australia Barat untuk Keterlibatan Asia, Peter Tinley, berkunjung ke Indonesia. Tujuannya untuk mewujudkan hubungan yang lebih dekat dan perdagangan yang lebih besar dengan Indonesia.

Kegiatan tersebut bagian dari upaya meningkatkan hubungan ekonomi dan kaitan perdagangan dengan Indonesia, tetangga yang dihormatidan mitra dagang penting. Hal tersebut merupakan fokus dari misi Pemerintah Australia Barat ke Bali dan Surabaya.

Menteri Australia Barat untuk Keterlibatan Asia, Peter Tinley, berada di Indonesia untuk menyampaikan rencana pemerintah McGowandi dalam Strategi Keterlibatan Australia Barat di Asia Tahun 2019-2030 yang menjelaskan apa yang akan dilakukan Australia Barat untuk menciptakan hubungan yang lebih dalam dan saling menghormati dengan Indonesia dan negara-negara Asia lain.

Menteri Tinley menyampaikan versi strategi tersebut dalam Bahasa Indonesia kepada para pebisnis dan perwakilan-perwakilan konsulat di Bali kemarin. Menteri Tinley menjadi pembicara utama di Konferensi Dewan Bisnis Indonesia Australia (IABC) Senin siang.

Strategi tersebut, dikombinasikan dengan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia yang baru. Berarti Australia Barat terbuka untuk bisnis dan sudah siap untuk mendiversifikasi hubungan perdagangan dengan Indonesia.

Menteri Tinley mengggunakan pidato keynote-nya pada konferensi IABC hari ini untuk menerangi keragaman peluang perdagangan dan investasi  Australia Barat, termasuk energi dan sumber daya, agribisnis serta jasa teknologi seperti teknik sipil dan pertambangan.

Australia Barat memiliki sejarah perdagangan yang panjang dan sukses dengan Indonesia.
Indonesia adalah pasar ekspor barang dagangan ke-10 terbesar untuk Australia Barat. Tahun lalu, Australia Barat telah mengekspor barang dagangan dengan nila AU$2,3 miliar ke Indonesia, dengan ekspor utama minyak bumi, gandum, bijih besi, alumina, dan hewan hidup.

Indonesia adalah pasar impor ke-12 terbesar Australia Barat pada tahun 2018, yang merupakan 2 persen dari impor barang dagangan. Nilai impor barang dagangan Australia Barat dari Indonesia rata-rata $1,6 miliar selama sepuluh tahun terakhir.

“Indonesia adalah tetangga internasional terdekat Australia Barat, dan kita memiliki hubungan yang bersejarah yang telah mewujudkan kemakmuran bagi kedua yurisdiksi kita selama bertahun-tahun,” kata Menteri Peter Tinley melalui email yang diterima Redaksi Berita11.com.

“Australia Barat memiliki rencana untuk mendiversifikasi dan memperkuat ekonominya, dan terus berupaya sangat keras untuk membangun tingkat penghormatan dan pemahaman yang lebih tinggi lagi dengan Indonesia,” lanjutnya.

Dikatakannya, tingkat minat Pemerintah McGowan terhadap Indonesia, dikombinasikan dengan persetujuan IA-CEPA. Berarti terdapat banyak peluang bagi para pebisnis maupun pemerintahan Indonesia untuk berinvestasi, dan berdagang dengan Australia Barat.


“Masyarakat Australia Barat dengan bangga memberikan inovasi-inovasinya yang terkemuka di dunia di sektor-sektor seperti energi, mineral, pendidikan, pertanian dan manufaktur tingkat lanjut, dan kami berusaha untuk meningkatkan perdagangan dan investasi dengan tetangga-tetangga penting kami di Asia,” katanya. [RD]