Warga Tani dan Para Pekerja di PT BRL Apresiasi Komisi III DPRD KSB

Iklan Semua Halaman

.

Warga Tani dan Para Pekerja di PT BRL Apresiasi Komisi III DPRD KSB

Senin, 11 November 2019
Warga tani saat membicarakan tentang kinerja Komisi III Anggota DPRD KSB. Foto AWN Berita11.com

Seteluk, Berita11.com - Sejumlah warga tani yang terkena dampak buruk tanamannya akibat olahan Stone Crhuser ( Pemecahan Batu ) dan Asphalt Mixing Plant (AMP) PT Bunga Raya Lestari (PT BRL) beserta para pekerja di perusahaan tersebut memberikan apresiasi terhadap kinerja anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Para petani dan para pekerja merasa bersyukur atas kepedulian anggota DPR yang telah terjun ke lokasi PT BRL tepatnya di wilayah Bukit Tobang Desa Seteluk Kecamatan Seteluk guna menyikapi atas keluhan warga maupun para pekerja sehingga PT BRL diminta untuk dibuatkan kontrak kerja dan jaminan K3 untuk para pekerja serta mengeluarkan bantuan sebagai ganti rugi bagi warga tani yang terkena dampak dan mengeluarkan dana CSR.

Salah satu warga tani Hardiman yang juga merasakan dampak buruk kepada Berita11.com mengungkapkan, ketika mendengar anggota DPR melakukan Inspeksi mendadak beberapa waktu lalu sehingga perusahaan harus segera memperbaiki persoalan yang dikeluhkan warga tani maupun para pekerja.

“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak-bapak anggota DPR karena sudah mendengar jeritan kami petani yang terkena dampak buruk bagi tanaman kami,” bersyukur Hardiman, Rabu (06/11/2019) pekan lalu.

Menurut Hardiman, warga tani sudah sering menyampaikan keluhan terhadap pihak perusahaan tersebut dan meminta solusi bantuan kebutuhan pertanian, namun pihak perusahaan seolah acuh tak acuh dan tidak pernah mengindahkan.

Hardiman menambahkan, dengan adanya teguran Wakil Rakyat kepada pihak perusahaan, para petani berharap pihak perusahaan memenuhi hak dan kewajiban dengan apa yang dibutuhkan para petani.
 
Warga tani yang merasa terkena dampak buruk. Foto AWN Berita11.com 
“Semoga teguran wakil rakyat itu benar didengar perusahaan dan memberikan hak kami sebagai petani yang terkena dampak, bukan cuman janji saja,” harap Hardiman.

Penuturan senada disampaikan kelompok warga tani lainnya Syamsuddin Rasyid pihaknya merasa sangat berterima kasih kepada anggota DPR lebih khusus Ketua, Wakil dan anggota Komisi III karena sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan dan menyampaikan keluhan warga tani.

“Saya sangat berterima kasih pak dewan sudah mau bicara langsung ke perusahaan menyampaikan keluhan kami, semoga terealisasi,” ucapnya, Senin (11/11) malam.

Sementara, seorang pekerja yang tidak mau sebutkan namanya mengangu, memang sudah lama mereka mempertanyakan dan menuntut persoalan kontrak kerja dengan pihak perusahaan, tapi pihak perusahaan tidak memberikan jawaban.

“Sudah lama kami perjuangkan itu, bahkan dari Disnakertrans Kabupaten sendiri sudah turun menegur perusahaan tetap saja tidak ada hasil,” terangnya.

Hal yang sama diutaraka salah satu pekerja yang juga tidak mau sebutkan namanya, kebetulan menyaksikan turunnya Wakil Rakyat dan berbicara dengan pihak managenent perusahaan bahwa anggota DPR saat itu meminta supaya diselesaikan persoalan kontrak kerja, savety pekerja, gaji tidak boleh telat lagi, jaminan K3 harus dipenuhi oleh pihak perusahaan .

“Saya merasa bersyukur kepada anggota dewan betul-betul menjalankan perannya sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh rakyat dan menyuarakan suara rakyat khususnya kami sebagai pekerja di lingkar tambang,” ujar pria yang tak mau disebutkan namanya ini, karena mereka takut akan dikeluarkan dari pekerjaannya. [AWN]