5 Terduga Pembalak Liar Diamankan, Dandim Bima Ajak Masyarakat Berperan Aktif Menjaga Hutan

Iklan Semua Halaman

.

5 Terduga Pembalak Liar Diamankan, Dandim Bima Ajak Masyarakat Berperan Aktif Menjaga Hutan

Selasa, 24 Desember 2019
Anggota Kodim 1608/ Bima dan Aparat Gabungan Menutup Akses Jalan yang Menuju Hutan Tutupan Negara di Parado Kabupaten Bima. Dokumen Kodim 1608/ Bima.

Bima, Berita11.com— Aparat gabungan terdiri Kodim 1608/Bima, Polsek Monta, KPH dan intansi terkait melaksanakan patroli sesuai instruksi Kepala BNPB RI, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo saat berkunjung di Dam Pela Parado Kabupaten Bima beberapa hari lalu untuk menyelamatkan hutan dari perambahan liar (illegal logging), Senin (23/12/2019).

Dari patroli tersebut, aparat gabungan berhasil mengamankan lima terduga pelaku pembalakan liar bersama barang bukti berupa unit mobil pick up, mesin senso dan 222 batang kayu, namun sempat dihadang oleh masyarakat Desa Kanca Kecamatan Parado dengan menutup ruas jalan di desa setempat karena memprotes penangkapan lima warga terduga pelaku illegal logging.

Komandan Kodim 1608/Bima Letnan Kolonel Inf Bambang Kurnia Eka Putra saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut dengan harapan hutan dan lingkungan terselamatkan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Ini harus menjadi atensi kita bersama dengan melakukan upaya penyelamatan hutan dengan meilbatkan seluruh stake holder, instansi terkait bahkan seluruh komponen masyakarat harus ikut berperan aktif dalam menjaga hutan," ujar Dandim, Selasa (24/12/2019).

Menurutnya, persoalan hutan tidak hanya menjadi atensi di tingkat bawah, namun juga menjadi perhatian khusus pemerintah pusat. Karena hutan sudah sangat memprihatinkan akibat pembalakan liar.

Dikatakannya, seperti diketahui bersama, pada musim kemarau, rata-rata kita mengeluh kekurangan air bersih. “Pada musim hujan terjadi banjir dan tanah longsor karena hutan sebagai penyangga dan penyedia air sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar pria yang dikenal humanis ini.

Untuk itu, kata Dandim, pihaknya mengimbau dan mengajak seluruh komponen masyarakat agar bersatu padu menyelamatkan hutan, sehingga bisa diwariskan kepada anak cucu saat mendatang.

Terpisah, Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos SH M.Han kepada insan pers mengatakan, berkaitan pengamanan hutan, Kepala BNPB RI meninjau kondisi di Parado. Dari pengamatan langsung Kepala BNPB RI, di sana terjadi penggundulan hutan yang luar biasa.

“Ini sangat menguatirkan akan keselamatan hutan dan membahayakan kehidupan manusia karena sekitar 8000 hektar kawasan hutan sudah rusak,” sebut Danrem.

Adapun dampak pembalakan liar, debet air menjadi sangat berkurang dan terjadi pendangkalan. "Dulu di sana ada air terjun dan sekarang tidak ada tetesan air sama sekali," terang orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB tersebut.

Terkait kondisi tersebut, pihaknya bersama Polri, KPH dan instansi terkait sudah membuat posko di Parado dan kemarin langsung melakukan patroli, hingga berhasil mengamankan lima terduga pelaku perambahan hutan berserta barang bukti yang kemudian dibawa ke Polres Bima.


"Sesuai arahan Kepala BNPB RI, agar ke depan dilaksanakan rapat di tingkat provinsi untuk mengamankan dan menyelamatkan hutan sekaligus mensosialisasikan tentang penanaman pohon kepada masyarakat," pungkasnya. [AD]