8 Tahun Tragedi Lambu Berdarah belum Lekang, Mahasiswa di Bima Aksi Long March

Iklan Semua Halaman

.

8 Tahun Tragedi Lambu Berdarah belum Lekang, Mahasiswa di Bima Aksi Long March

Senin, 23 Desember 2019
Tak Lekang Waktu, Mahasiswa di Bima Menggelar Aksi Long March dan Doa Bersama Menandai Delapan Tahun Tragedi Lambu Berdarah, Senin (23/12/2019).

Bima, Berita11.com— Massa Kerukunan Mahasiswa Lambu Bima (KMLB) menggelar long march dan orasi, mengenang delapan tahun tragedi Lambu Berdarah, Senin (23/12/2019). Peringatan tragedi berdarah itu, berkaitan peristiwa aksi penolakan warga terhadap aktivitas pertambangan di wilayah setempat.

Massa KMLB yang dikoordinir Edy Rahman memulai aksinya di Lapangan Bola Temba Romba Desa Rato Kecamatan Lambu dan berkonvoi menuju Pelabuhan Sape di Desa Bugis Kecamatan Sape Kabupaten Bima.

Dalam orasinya di depan kantor Camat Lambu, Edy Rahman meminta  pemerintah dan masyarakat selalu mengingat  Tragedi Lambu Berdarah, delapan tahun silam yang menimbulkan korban meninggal dan korban luka-luka. 

Tragedi itu masih membekas dalam ingatan masyarakat Lambu dan Sape. Ia menyebut tragedi 24 Desember 2011, delapan tahun silam itu, menimbulkan korban tewas dua putra Lambu.

“Itu tidak akan pernah terlupakan oleh masyarakat Lambu. Di mana meninggalnya dua orang pada saat itu,” katanya.

Selain orasi di depan kantor Camat Lambu, massa juga menggelar doa dan pembacaan Yasin bersama di Pelabuhan Sape. [MR]