Bak Pantun Berbalas, Aksi Massa Pro-Kontra hasil Seleksi Perangkat Desa di Bima

Iklan Semua Halaman

.

Bak Pantun Berbalas, Aksi Massa Pro-Kontra hasil Seleksi Perangkat Desa di Bima

Senin, 02 Desember 2019
Aksi Massa di Depan Kantor Bupati Bima, Senin (2/12/2019). Massa Menyorot Proses Seleksi Calon Perangkat Desa Tolouwi dan Meminta Seleksi Ulang.

Bima, Berita11.com— Massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat, Pemuda, dan Mahasiswa Peduli Desa Tolouwi (GMPMPDT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bupati Bima, Jalan Lintas Sumbawa, Godo Dadibu Woha Kabupaten Bima, Senin (2/12/2019). Massa menyorot dugaan kecurangan pada proses seleksi perangkat desa di Tolouwi.
Massa GMPMPDT dikoordinir Hamzah mengusung sejumlah isu yang intinya menyorot pelaksanaan seleksi perangkat desa yang dianggap sarat kecurangan. Pada hari yang sama, di lokasi yang berbeda di depan kantor Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, berlangsung aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Peduli Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima, yang dikoordinir Subagio, mendesak pelantikan perangkat desa yang lolos seleksi.
Dalam aksinya di depan kantor Bupati Bima, Hamzah  mendesak pemerintah daerah segera melaksanakan seleksi ulang perangkat Desa Tolouwi. Selain itu, meminta Bupati Bima mencopot kepala DPMDes serta oknum yang terlibat dalam seleksi perangkat desa. Massa juga mendesak agar jabatan Kades Tolouwi dicopot.
“Berbagai persoalan indikasi korupsi kolusi dan nepotisme, kemudian turut menjadi satu warna yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup pemerintahan daerah dan rakyat di Kabupaten Bima,” teriak Hamzah.
Menurutnya, proses penjaringan perangkat Desa Tolouwi pada 30 Oktober 2019 lalu berlangsung buruk. “Hal ini yang menjadi titik fokus, diduga kuat adanya indikasi kolusi dan nepotisme,” katanya.
Setelah menggelar orasi puluhan menit, perwakilan massa diterima Asisten II Setda Kabupaten Bima, Ir H Nurdin.
Nurdin mengatakan, pihaknya sudah melaksankan rapat dengan instansi berkaitan dan mengundang perangkap desa dan Kepala Desa Tolouwi membahas masalah seleksi perangkap Desa Tolouwi. “Karena Sekda belum mau melantik, karena tes perangkat Desa Tolouwi, diduga bocor kunci jawaban,” katanya.
Dikatakannya, pihak kepala Desa Tolouwi meminta Pemkab Bima segera melantik perangkat desa yang lulus seleksi. Namun Pemkab Bima menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat.
“Saya melihat nilai hasil seleksi perangkat Desa Tolouwi  kemarin sangat janggal, kalau hasil murni mungkin hasil nilainya di bawah 60,” kata mantan Kadis Pertanian Kabupaten Bima ini.
Dijelaskannya, pemerintah daerah baru bisa melantik perangkat desa setelah ada hasil pemerisaan dari Inspektorat.
Merespon penyampaian Asisten II Setda Kabupaten Bima, Korlap massa Hamzah menyatakan, pihaknya menerima rencana pemeriksaan Inspektorat.
Ia mengungkapkan, dugaan intimidasi oleh kepala Desa Tolouwi. “Contonya pemblokiran jalan saat kami berangkat menuju kantor Bupati Bima untuk melakukan aksi unjuk rasa menentang dan melaporkan kecurangan seleksi perangkat Desa Tolouwi,” katanya.
Puas mendengarkan penjelasan pihak Pemerintah Kabupaten Bima, massa kemudian membubarkan diri secara tertib.

Pada bagian lain, massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Desa Tolouwi Kecamatan Monta Kabupaten Bima yang dipimpin Subagio  menggelar aksi di depan kantor Desa Tolouwi. Massa lebih kurang 30 orang datang menggunakan pick up. Massa menutup ruas jalan menggunakan batu dan menggelar orasi bergantian.
Dalam aksinya, massa meminta pemerintah  segera melantik calon perangkat Desa Tolouwi yang telah lolos seleksi. “Kami akan tetap melakukan konsolidasi massa besar-besaran apabila persoalan yang terjadi tidak diselesaikan,” isyarat Subagio.
Diisyaratkannya, pihaknya akan kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Kamis, (5/12/2019) jika tuntutan tidak direspon.
Kapolsek Monta, IPTU Takim yang ikut mengawal aksi tersebut berupaya menegosiasi massa dengan mengajak membahas di kantor Desa Tolouwi.
Kapolsek menjelaskan, jika aksi massa yang menuju kantor Pemkab Bima telah mengantungi izin dari Polres Bima. massa diharapkan berpikir secara jernih dan tidak berlebihan menyikapi masalah.
“Masing-masing pihak memiliki pendapat dan aspirasi, tapi kita tidak boleh saling menghalangi,” katanya.
Dijelaskannya, berkaitan perjaringan perangkat Desa Tolouwi masih dalam proses oleh Inspektorat.  Sekda Kabuapten Bima sudah mewanti-wanti agar Camat Monta jangan memberikan rekomendasi pelantikan perangkat Desa Tolouwi yang lolos seleksi.
“Jadi,  mohon kesabaran dan kebijaksanaan untuk menunggu proses tersebut. Polsek Monta hanya bisa melakukan koordinasi dengan Camat Monta terkait permasalahan yang terjadi,” katanya.
IPTU Takim mengimbau massa agar tidak melakukan aksi  yang dapat menghambat pelayanan masyarakat di kantor Desa Tolouwi maupun mengganggu para pengguna jalan.

Tak lama setelah itu, ruas jalan dibuka kembali dan massa aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib. [AN]